Posko Kemen-PU Siaga di Ruas Rawan Macet Palembang-Betung
- 19 Des 2025 15:46 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Kementerian PU menyiagakan posko selama 24 jam pada Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas Palembang-Betung pada masa angkutan libur Natal dan tahun baru 2026. Ruas vital Sumatera Selatan menuju Jambi ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Selatan, Alfredo Lukman, melalui PPK 1.5, Teuku Zulhadi, mengungkapkan, posko Nataru dioperasionalkan sejak Rabu (18/12/2025) hingga Senin (5/1/2026) untuk melayani pengendara yang melintas selama angkutan Nataru.
“Kami menyediakan fasilitas istirahat, air minum, musala, lahan parkir, toilet dan ruang menyusui. Bagi pengendara khususnya yang menempuh perjalanan jauh bisa singgah sejenak untuk beristirahat,” ujar Zulhadi kepada RRI, Rabu (18/12/2025).
Tidak hanya fasilitas bagi pengendara, posko ini juga menjadi pusat peralatan pemeliharaan jalan mulai dari alat berat hingga material aspal CPHMA. Alat berat dan material yang ditempatkan di posko dimaksudkan mempermudah mobilisasi bila dibutuhkan penanganan segera.
“Kami terus melakukan penyisiran secara berkala, bila ada lubang baru segera kami tangani agar tidak semakin melebar,” jelas Zulhadi.

Zulhadi mengatakan, ruas Palembang-Betung memang menjadi salah satu ruas yang menjadi fokus dalam angkutan Nataru mengingat ruas ini menjadi jalur utama kendaraan dari Lampung menuju Sumatera bagian Utara hingga Aceh. Volume kendaraan yang tinggi pada masa libur membuat ruas ini rawan kemacetan.
“Belum lagi sebagian besar kendaraan yang melintas merupakan kendaraan ODOL (Over Load Over Dimension), ada satu saja yang mogok macetnya luar biasa,” cetusnya.
Untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan, perbaikan juga dilakukan pada jalan yang bergelombang. Penanganan dilakukan dengan scrapping di sepanjang 13 Km yang bergelombang dan saat ini progresnya telah mencapai lebih dari 70 persen.
“Perbaikan kami lakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan. Kami targetkan minggu depan tuntas,” ucapnya.

Sementara itu, titik longsor yang terjadi akibat gorong-gorong pecah di Km 13 Palembang-Betung pekan lalu saat ini telah dilakukan penanganan sementara dengan memasang plat besi yang dapat dilintasi kendaraan kecil. Menurut Zulfadi, penanganan permanen akan dilakukan segera setelah masa angkutan libur Nataru selesai.
“Gorong-gorong yang pecah itu ukurannya kecil berdiameter 1 meter, nanti akan kami ganti dengan box culvert yang dimensinya lebih besar 2x2 meter sehingga bisa sekaligus menekan potensi banjir,” beber Zulhadi.
Dari pantauan RRI, volume kendaraan yang melintas di ruas Palembang-Betung belum menunjukkan peningkatan signifikan. Peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi mulai Jumat (19/12/2025) seiring dimulainya libur sekolah.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati. Selalu berkendara di batas kecepatan yang telah ditentukan dan memperhatikan rambu-rambu. Bila lelah, bisa beristirahat di posko Nataru,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....