Grand Opening SHI, Herman Deru Dorong Nakes Sumsel Berdaya Saing Global
- 27 Jun 2026 23:42 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Harapan itu disampaikannya saat meresmikan Sriwijaya Health Institute (SHI) di Palembang.
Peresmian lembaga pendidikan dan pelatihan kesehatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional yang dihadiri tenaga kesehatan, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor kesehatan, Rabu, 24 Juni 2026. Kehadiran SHI diharapkan memperkuat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Sumatera Selatan.
Herman Deru menilai peningkatan kualitas tenaga kesehatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan daerah maupun pasar kerja global dapat terpenuhi.
Ia mengapresiasi kontribusi tenaga kesehatan dalam mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya melalui penguatan layanan posyandu yang tersebar di desa dan kelurahan.
"Sumsel bangga memiliki lebih dari 6.000 posyandu yang aktif terjaga. Peran aktif para nakes di lini ini menjadi pilar utama yang membawa Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi terbaik dalam penanganan stunting di Indonesia," ujarnya.
Selain kompetensi teknis, Herman Deru menekankan pentingnya sikap pelayanan yang humanis. Menurutnya, keramahan petugas kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan medis.
"Aspek keramahtamahan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempercepat proses pemulihan pasien. Karena itu, petugas yang berada di garda terdepan harus mampu memberikan pelayanan yang hangat dan ramah sejak pertama kali pasien datang," tuturnya.
Ia menjelaskan pelayanan kesehatan perlu dibangun secara menyeluruh mulai dari aspek promotif, preventif, hingga kuratif. Pendekatan tersebut diyakini mampu memperkuat sistem kesehatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada masyarakat.
Herman Deru juga menyinggung program berobat gratis menggunakan kartu tanda penduduk yang telah diterapkan di Sumatera Selatan. Kebijakan tersebut dinilai memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengalaman menghadapi pandemi COVID-19, menurutnya, menjadi pelajaran penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan daerah. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat guna mengantisipasi ancaman penyakit di masa mendatang.
"Kehadiran lembaga pendidikan dan pelatihan ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mencetak tenaga kesehatan lokal yang memiliki daya saing global," katanya.
Herman Deru berharap tenaga kesehatan dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan di Sriwijaya Health Institute. Langkah tersebut diharapkan mampu meratakan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh daerah.
Sementara itu, Direktur Sriwijaya Health Institute, Prof. Yuwono, M.Biomed., menjelaskan lembaga tersebut telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Fokus utama SHI ialah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
"Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas keahlian yang telah dimiliki tenaga kesehatan. Di Pulau Sumatera, lembaga pendidikan dan pelatihan sejenis baru tersedia di Medan, Sumatera Barat, dan kini hadir di Sumatera Selatan," ujarnya.
Kehadiran Sriwijaya Health Institute diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan Sumatera. Selain meningkatkan kualitas layanan, keberadaan lembaga ini juga diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kesehatan daerah untuk berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....