Wakil Bupati Muba Hadiri Peringatan Hari HAM Dunia

  • 11 Des 2025 12:29 WIB
  •  Palembang

KBRN, Musi Banyuasin: Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdur Rohman Husen menghadiri puncak peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-77 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Peringatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, dalam pidatonya menegaskan pentingnya perjuangan hak asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Menteri HAM Natalius Pigai mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak takut memperjuangkan hak-hak mereka. Ia menekankan bahwa setiap warga negara berhak untuk bebas dari ketidakadilan dan penderitaan. “Jangan takut, jangan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ujar Pigai dengan penuh semangat. Pesan ini menggema, mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga harkat dan martabat kemanusiaan dalam setiap langkah hidup berbangsa dan bernegara.

Pigai juga menyoroti pentingnya menjaga perjuangan hak asasi dalam koridor hukum, etika, serta prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku. Menurutnya, ujaran kebencian hanya akan merusak martabat bangsa dan menghambat kemajuan negara. "Kalau kita kurangi kata-kata yang penuh kebencian dan menyerang kehormatan, bangsa ini sudah bisa memimpin dunia," tambahnya. Ia menekankan bahwa dalam era informasi saat ini, menjaga bahasa dan sikap agar tidak menghina hak asasi manusia adalah hal yang sangat penting.

Menteri Pigai juga menyerukan perlunya penguatan edukasi tentang hak asasi manusia, terutama bagi generasi muda. "Pendidikan HAM harus dimulai sejak dini, dengan membiasakan diri berdialog dan membangun pola pikir yang menghargai martabat manusia," katanya. Pigai menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan hak-haknya adalah bagian dari tanggung jawab negara. “Putra-putri bangsa tidak boleh menderita. Itu tugas kami,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Pigai juga menyampaikan rasa empati terhadap korban bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Menurutnya, perhatian terhadap korban bencana adalah bagian dari upaya negara untuk memenuhi hak dasar warga negara untuk hidup layak dan aman.

Sementara itu, Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan pentingnya peringatan Hari HAM Sedunia sebagai pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus mengutamakan pelayanan yang berkeadilan. Menurut Wabup Muba, nilai-nilai HAM harus tercermin dalam kebijakan publik, perlindungan sosial dan langkah-langkah pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada seluruh masyarakat, tanpa diskriminasi,” kata Wabup Muba.

Abdur Rohman Husen juga menambahkan bahwa semangat yang disampaikan Menteri HAM akan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan hak masyarakat. “Pesan Pak Menteri menegaskan bahwa keberpihakan pada kemanusiaan adalah fondasi bagi pemerintahan yang baik,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa pemerintahan yang baik harus bisa menjamin masyarakat merasakan kehadiran negara dalam bentuk perlindungan, keadilan, dan empati.

Peringatan Hari HAM Sedunia yang digelar pada 10 Desember 2025 ini, menurut Wabup Muba, juga memberikan semangat baru bagi daerah untuk terus memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat. Menurutnya, hak asasi manusia bukanlah urusan pemerintah pusat semata, tetapi harus menjadi bagian integral dari praktek pemerintahan hingga tingkat desa. "Semangat itu yang kami bawa pulang untuk terus diperkuat di Muba," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Musi Banyuasin harus mengedepankan prinsip-prinsip HAM, termasuk dalam sektor pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan.

Peringatan Hari HAM Sedunia ini juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas bangsa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia. Setiap individu di Indonesia diajak untuk terus menyuarakan kebenaran dengan cara yang bijak, beretika, dan menghormati hak-hak orang lain. Momen ini menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk meresapi makna hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Kyai Abdur Rohman Husen, peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan arah pembangunan di Musi Banyuasin. "HAM bukan hanya urusan pusat, tetapi harus hidup dalam praktek pemerintahan hingga tingkat desa. Nilai-nilai ini harus ada di setiap langkah kita dalam membangun daerah," tandasnya. Menurutnya, momentum ini menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan hak asasi manusia di seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....