Inflasi Sumsel Naik 0,29 Persen Dipicu Ramadan
- 03 Apr 2026 09:33 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Inflasi Sumatera Selatan pada Maret 2026 tercatat naik 0,29 persen secara bulanan akibat lonjakan permintaan selama Ramadan. Kenaikan harga didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjelang Lebaran.
Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat dari 425 komoditas yang dipantau, sebanyak 184 komoditas mengalami kenaikan harga. Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan yang meningkat selama hari besar keagamaan.
Kepala BPS Sumatera Selatan Mohammad Wahyu Yulianto menjelaskan sebagian komoditas masih dapat dikendalikan pemerintah daerah. Namun, faktor eksternal tetap memengaruhi stabilitas harga.
“Yang bisa dikendalikan pemerintah daerah cukup signifikan, namun ada faktor seperti BBM non-subsidi yang tidak bisa dikendalikan,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi daging ayam ras, telur ayam ras, bensin non-subsidi, dan tarif angkutan antarkota. Sektor energi dan transportasi menjadi faktor yang sulit dikendalikan.
Wahyu menyebut tekanan inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Kondisi ini berdampak pada biaya distribusi dan harga barang di tingkat konsumen.
Meski demikian, laju inflasi di Sumatera Selatan secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Hal ini menunjukkan pengendalian harga oleh pemerintah daerah berjalan cukup efektif.
Peran pemerintah daerah dinilai penting dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan. Stabilitas suplai menjadi kunci menekan gejolak harga di pasar.
BPS merekomendasikan agar pemerintah daerah memastikan ketersediaan komoditas pangan tetap terjaga selama periode Lebaran. Langkah ini penting untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat.
Secara keseluruhan, inflasi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026 masih terkendali. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam konsumsi guna menjaga stabilitas harga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....