Berbahayakah Hiu Tutul Bagi Manusia?

  • 27 Mei 2025 11:49 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Rhincodon Typus atau hiu tutul merupakan salah satu spesies laut yang diperkirakan telah ada sekitar 245-65 juta tahun lalu dan tinggal di berbagai perairan subtropis, tropis, bahkan terkadang ditemukan di pantai atau terumbu karang.

Dilansir dari wwf.id, hiu tutul memiliki ciri khas kepala berukuran besar dan gepeng, dengan totol-totol putih di sekujur tubuhnya.

Umumnya hiu tutul atau hiu paus ini mengonsumsi makanan yang terdiri dari kelompok plankton, ikan, udang, larva kepiting, ubur-ubur, tanaman, dll yang berukuran kecil dengan cara membuka lebar mulutnya lalu makanan pun akan terhisap masuk ke dalam mulut bersama air dan akan diproses lebih lanjut pada sistem pencernaan.

Hiu tutul dikenal sebagai ikan bertubuh besar yang tidak agresif, karena hanya memakan hewan dan tumbuhan lain yang memiliki ukuran kecil, maka kemungkinan untuk membahayakan atau memangsa manusia sangat kecil.

Hal ini dikarenakan hiu tutul memiliki tenggorokan yang kecil meskipun ukuran mulutnya besar, yakni hanya sebesar kepalan tangan manusia (whalesharkdive.com).

Sehingga dikeluarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18/Kepmen-KP/2013 yang menyatakan bahwa hiu tutul atau hiu paus sebagai satwa laut yang dilindungi dan pemanfaatannya dilarang secara hukum.

Alih-alih membahayakan manusia, keberadaan hiu tutul sangat bermanfaat dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jonathan R. Green pada Galapagos Conservancy, keberadaan hiu tutul atau hiu paus ini menjadi tanda bahwa perairan itu memiliki ekosistem yang baik, sehat, dan penuh dengan nutrisi.

Hal ini dikarenakan hiu tutul akan memakan plankton serta hewan dan tanaman kecil di perairan tersebut sehingga dapat membantu membatasi jumlah organisme mikroskopis yang bisa mempengaruhi kesehatan ekosistem laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....