Srikaya Kudapan Khas Palembang Cocok untuk Takjil

  • 23 Mar 2024 10:32 WIB
  •  Palembang

KBRN,Palembang : Palembang memiliki kuliner khas, salah satunya yang masih lestari hingga kini adalah srikaya (srikayo dalam bahasa setempat).

Namanya memang srikaya, tapi panganan satu ini tidak berbahan atau mengandung buah srikaya. Rasanya hampir sama seperti puding yang manis dan lembut serta lumer di mulut. Srikayo Palembang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Palembang apalagi di bulan suci Ramadan.

Uniknya srikayo ini adalah kue yang sama sekali tidak mengandung tepung hanya terdiri dari gula, santan dan telur. Srikayo selalu menjadi pelengkap dalam hajatan bahkan kegiatan adat.

Srikayo dibuat dalam mangkuk kecil dan berwarna hijau karena menggunakan air aroma pandan yang menjadi ciri khasnya. Si hijau ini selalu hadir melengkapi hidangan hajatan seperti pernikahan yang menggunakan adat Palembang dan acara adat lain bahkan rasanya menjadi ukuran kebanggaan yang punya hajatan. Kue beraroma pandan ini dibuat menggunakan bahan telur, gula, dan santan.

Utuk menghasilkan warna hijau digunakan air pandan atau bisa juga menggunakan pasta pandan kalau masih menggunakan air perasan daun pandan asli seperti zaman dahulu maka srikayo yang dihasilkan tidak terlalu hijau tapi aroma pandannya sangat kuat, namun bila menggunakan pasta pandan maka srikayo akan menjadi hijau mencolok.

Adapun cara membuatnya, telur dan gula disatukan hingga merata namun jangan sampai mengembang , kemudian dimasukkan santan sesuai takaran, dan sari pandan. Masukkan dalam cetakan berbentuk mangkuk kecil kemudian dikukus hingga mengembang.

"Dahulu, srikayo dilapisi ketan atau dapat diganti dengan roti tawar,” kata Sunarsih penjual kue di Kebon Semai Palembang, Jumat (22/03/2024).

Dia mengatakan, pada era milenial saat in srikayo dibuat tanpa ketan namun ada yang tetap dimakan dengan ketan yang dimasak terpisah.

Melihat komposisi tersebut, srikayo sebaiknya dihindari bagi pengidap diabetes dan kolesterol tinggi. Jika anda ingin menikmati kue ini, tidak harus menunggu prosesi adat, cukup datang ke restoran pempek tertentu maka di setiap meja telah tersedia si hijau yang lembut dan lezat itu. Untuk satu mangkuk kecil cukup membayar Rp.2.500 hingga Rp.5.000.

Saat Ramadan biasanya srikayo sangat banyak dijual karena memang bagi masyarakat Palembang srikayo bisa digunakan untuk takjil berbuka puasa. Panganan manis dan beraroma harum ini selalu tersedia di setiap pasar bedug atau tempat penjualan menu berbuka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....