Pindang Patin Meranjat Menu Khusus Sumsel

  • 21 Mar 2024 19:48 WIB
  •  Palembang

KBRN Palembang : Salah satu menu favorit keluarga di Palembang adalah pindang ikan patin meranjat.

Apalagi disajikan dengan sambal buah embacang, mangga, atau embem setengah matang (mengkel), dan dimakan selagi hangat, dijamin satu piring pasti kurang.

Pindang meranjat adalah salah satu masakan khas Provinsi Sumatera Selatan, terutama dari daerah Meranjat. Di Kota Palembang, siapa yang tidak kenal dengan pindang ikan patin meranjat yang memunculkan sensasi paduan rasa pedas, asam segar dari buah nanas, dan wangi kemangi yang benar-benar menggugah selera. Masyarakat rela makan di tempat-tempat favorit mereka demi menikmati semangkuk pindang ikan patin meranjat yang lezat.

Ciri khas pindang ikan patin meranjat adalah kuahnya yang berwarna kecoklatan dan biasanya menggunakan ikan patin khas Kota Palembang. Dengan rasa daging yang enak, lezat, gurih, dan kandungan protein yang tinggi, ikan patin cocok sekali dimasak menjadi pindang.

Pindang ikan patin meranjat bukan hanya sekadar hidangan sehari-hari, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas kuliner Palembang. Dengan cita rasa yang khas dan kelezatan yang sulit ditandingi, pindang ikan patin meranjat menjadi kebanggaan dan daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner di kota ini.

Tidak hanya lezat, pindang ikan patin meranjat juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Ikan patin merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemak, membuatnya menjadi pilihan yang sehat untuk dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. Selain itu, tambahan buah nanas dalam kuah pindang memberikan tambahan vitamin C dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Begitu juga dengan kemangi yang biasa digunakan sebagai penyedap, memberikan aroma harum dan khas serta khasiat yang baik untuk kesehatan. Dengan demikian, pindang ikan patin meranjat tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan manfaat yang baik untuk tubuh. Rasyid saat ditanya RRI Palembang berujar kalau makan siang atau makan malam tidak pakai pindang rasanya ada yang kurang dan tidak bisa berkeringat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....