Manis Legit Warisan Leluhur, Filosofi dan Rahasia Dodol
- 30 Des 2025 14:08 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Di balik teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis legit, dodol bukan sekadar kudapan tradisional. Makanan yang sering hadir dalam perayaan besar seperti Lebaran, Imlek, hingga hajatan adat ini menyimpan sejarah panjang dan filosofi mendalam tentang kebersamaan masyarakat Indonesia.
*Jejak Sejarah dan Penyebaran
Dodol diperkirakan telah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara. Meskipun setiap daerah memiliki klaim sejarahnya masing-masing, Dodol Garut seringkali menjadi ikon paling populer di Indonesia sejak era kolonial.
Dikutib dari disparbud.jabarprov.go.id Menurut catatan sejarah, popularitas dodol mulai meningkat pesat di Garut sekitar tahun 1926 melalui tangan industri rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, variasi dodol menyebar ke seluruh penjuru negeri dengan nama dan karakteristik berbeda, seperti Lempok Durian di Sumatera, Dodol Betawi di Jakarta, hingga Jenang di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
*Filosofi di Balik Kuali Besar
Proses pembuatan dodol bukanlah perkara mudah. Di daerah Betawi, misalnya, membuat dodol adalah simbol gotong royong. Karena membutuhkan waktu pengadukan selama 8 hingga 12 jam di atas tungku kayu bakar, proses ini biasanya dilakukan secara bergantian oleh para pria di kampung.
"Dodol adalah simbol kesabaran dan ketekunan. Jika api tidak dijaga atau pengadukan berhenti sebentar saja, tekstur dodol akan rusak atau gosong di bagian bawah," ujar salah satu perajin dodol tradisional.
Ketekunan ini melambangkan nilai musyawarah dan silaturahmi yang erat, karena hasilnya nanti akan dibagikan kepada tetangga dan sanak saudara.
*Bahan Baku dan Rahasia Tekstur Sempurna
Berdasarkan standar kuliner tradisional, dodol yang berkualitas tinggi hanya menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet buatan. Komposisi utamanya meliputi:
Tepung Beras Ketan: Memberikan tekstur kenyal dan elastis.
Gula Merah/Gula Aren: Menentukan aroma khas dan warna cokelat gelap yang mengkilap.
Santan Kelapa: Memberikan rasa gurih (creamy) dan kandungan minyak alami yang membuat dodol tahan lama secara organik.
Dodol adalah bukti nyata bagaimana kuliner mampu bertahan melintasi zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Menikmati sepotong dodol bukan hanya soal rasa, tapi juga menghargai warisan budaya yang diolah dengan keringat dan kesabaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....