Tape Singkong, Camilan Tradisional dengan Segudang Manfaat

  • 10 Nov 2025 19:40 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Tape singkong tidak hanya dikenal sebagai camilan tradisional bercita rasa khas, tetapi juga menyimpan beragam manfaat kesehatan. Camilan hasil fermentasi ini kini kembali populer karena kandungan gizinya yang mendukung daya tahan tubuh.

Makanan yang diolah dengan ragi ini memiliki cita rasa manis, asam, dan bertekstur lembut serta berair. Tape singkong umumnya dikonsumsi langsung, namun juga dapat diolah menjadi berbagai camilan seperti tape goreng, gabin tape, hingga topping es doger.

Mengutip laman resmi BNPB Jambi, dalam 100 gram tape singkong terkandung 169 kalori serta berbagai nutrisi seperti air, serat, protein, karbohidrat, lemak, kalsium, dan fosfor. Selain itu, terdapat pula vitamin C dan B12 yang menambah nilai gizi tape singkong.

“Tape singkong tinggi karbohidrat, menjadikannya sumber energi yang baik untuk menunjang aktivitas harian,” dikutip dari laman tersebut. Karbohidrat membantu memecah protein, memberi energi bagi sel tubuh, dan meningkatkan kebugaran.

Selain sebagai sumber energi, tape singkong juga dikenal mampu membantu menyembuhkan luka pada kulit. Meski tidak dikonsumsi langsung untuk fungsi ini, tape cukup ditempelkan di area luka untuk mempercepat penyembuhan.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh melalui kandungan probiotik yang terbentuk selama proses fermentasi. Probiotik membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem imun secara alami.

Dalam hal kecantikan, tape singkong turut membantu mengatasi jerawat karena kemampuannya menetralisir racun dalam tubuh yang memicu peradangan pada kulit. Konsumsi rutin dalam takaran wajar dapat membantu menjaga kebersihan pori-pori kulit.

Kandungan gizi tape singkong juga berdampak positif bagi kesehatan jantung. Tape diyakini mampu mencegah hipertensi dengan membantu menjaga tekanan darah, membersihkan pembuluh darah, dan menstabilkan detak jantung.

Namun, konsumsi tape singkong tetap perlu dibatasi. “Tape singkong tidak boleh dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu infeksi dan gangguan pencernaan,” tulis BNPB. Konsumsi berlebihan berisiko bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan imunitas rendah.

Untuk menjaga kualitas, tape singkong harus disimpan dalam wadah tertutup dan bersih. Penyimpanan yang higienis menjadi kunci agar manfaat tape tetap optimal dan aman dikonsumsi.

Dengan pemahaman dan kontrol konsumsi yang baik, tape singkong dapat menjadi pilihan camilan sehat yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....