Pempek Panggang, Sajian Sederhana Penuh Cita Rasa
- 29 Okt 2025 06:07 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Pempek panggang atau pempek tunu menjadi kuliner khas Palembang yang terus digemari lintas generasi hingga hari ini. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai sudut kota, dijual dengan gerobak sederhana di pinggir jalan.
Proses memasaknya dilakukan secara unik menggunakan bara api yang membakar pempek hingga matang merata dengan aroma asap menggoda. Tidak seperti pempek goreng atau kukus, pempek tunu menawarkan sensasi renyah di luar dan lembut di dalam.
Mang Syahrial, penjual pempek panggang di kawasan Perumnas Sako Palembang, menjelaskan bahan dasarnya tetap dari sagu dan ikan tenggiri. “Yang membedakan hanya proses masaknya, kami bakar di atas bara api,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Setelah matang, pempek dibelah dan diisi sambal cabai rawit, ebi sangrai, serta kecap manis yang menciptakan perpaduan rasa. Rasa pedas, manis, dan gurih menyatu dalam setiap gigitan, menjadikannya favorit banyak orang.
Syahrial juga menyebut pempek panggang bisa disantap dengan berbagai cara tergantung selera masing-masing pembeli. “Ada yang suka dengan tambahan udang, timun, atau cukup cuko saja,” katanya menjelaskan.
Keanekaragaman rasa dan cara penyajian membuat pempek tunu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun warga lokal. Selain itu, harganya yang murah menjadikan camilan ini sangat terjangkau semua kalangan.
Bagi masyarakat Palembang, pempek panggang bukan hanya makanan, melainkan bagian dari identitas dan budaya kuliner kota. Penjualannya tetap stabil bahkan di tengah persaingan dengan jajanan modern kekinian.
Banyak wisatawan yang menjadikan pempek tunu sebagai oleh-oleh karena cita rasanya yang khas dan tidak mudah ditemukan di luar daerah. Cita rasa tradisional yang autentik menjadikan pempek ini terus bertahan hingga kini.
Dengan dukungan pelestarian kuliner lokal, pempek panggang diharapkan bisa dikenal lebih luas hingga ke mancanegara. Para pelaku UMKM seperti Mang Syahrial menjadi ujung tombak promosi budaya lewat makanan tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....