Tekwan, Hidangan Khas Palembang yang Kaya Tradisi

  • 12 Agt 2025 15:27 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di balik kesederhanaannya, tekwan menyimpan sejuta cerita tentang rasa, tradisi, dan sejarah. Hidangan khas Palembang ini tak hanya menggoda lidah dengan kuah kaldunya yang gurih, tetapi juga mengikat memori akan rumah, keluarga, dan kebersamaan — sebuah sajian klasik yang bertahan dari masa ke masa.

Tekwan, yang berasal dari kata “bertekwan” (berkumpul), adalah hidangan berkuah berbahan dasar ikan tenggiri yang diolah menjadi bola-bola kecil mirip pempek, disajikan dalam kuah kaldu bening hangat. Tambahan seperti jamur kuping, soun, bengkoang, dan daun bawang melengkapi kompleksitas rasanya.

“Tekwan bukan hanya tentang rasa, tapi tentang budaya. Ini adalah cara orang Palembang menghormati sungai dan ikan yang jadi bagian besar dari hidup mereka,” ungkap Chef Ervan Kurniawan, seorang praktisi kuliner tradisional Palembang, saat ditemui dalam acara Festival Kuliner Musi 2025.

Yang membuat tekwan begitu istimewa adalah keseimbangan antara rasa dan tekstur. Bola-bola ikan yang kenyal berpadu sempurna dengan kuah kaldu ikan yang ringan namun kaya rasa. Di dalamnya, jamur kuping memberikan sensasi renyah, soun menyerap kuah dengan baik, sedangkan irisan bengkoang menyumbang rasa manis alami yang menyegarkan.

Dalam beberapa variasi, bahkan ditambahkan udang segar untuk menambah cita rasa gurih laut yang lebih dalam.

“Setiap elemen dalam semangkuk tekwan punya peran. Tidak ada yang dominan, tapi justru saling melengkapi,” ujar Chef Ervan lagi.

“Itulah seni memasak Palembang, sederhana tapi punya karakter kuat,” tambahnya.

Meski sama-sama berbasis ikan seperti pempek, tekwan hadir dengan sisi yang lebih lembut dan menenangkan. Pempek dikenal dengan kuah cuko yang pedas dan asam, sementara tekwan mengandalkan kehangatan kaldu dan kelembutan bahan.

Inilah mengapa tekwan cocok dinikmati oleh segala usia, dari anak kecil hingga lansia. Di banyak keluarga Palembang, tekwan sering jadi hidangan penghibur saat cuaca dingin atau sebagai menu spesial saat kumpul keluarga.

Dari warung pinggir jalan hingga hotel berbintang, tekwan mudah dijumpai di sudut-sudut Palembang. Harganya pun terjangkau, membuatnya jadi pilihan favorit untuk siapa saja yang ingin mencicipi kuliner lokal dengan rasa otentik.

Namun jangan salah, meski terlihat sederhana, proses pembuatannya cukup kompleks. Mulai dari pemilihan ikan segar, pembuatan adonan yang pas, hingga meracik kuah kaldu yang jernih namun kaya rasa — semuanya membutuhkan keterampilan dan kesabaran.

“Kami belajar membuat tekwan dari ibu, dan ibu belajar dari nenek. Resepnya turun-temurun,” kata Lina Halim, pemilik warung tekwan legendaris di kawasan Seberang Ulu. “Setiap mangkuk punya cerita,” tandasnya.

Tekwan adalah contoh nyata bagaimana makanan bisa menjadi medium pelestari budaya. Di balik kuah beningnya, ada sejarah panjang masyarakat tepian Sungai Musi, ada kearifan lokal dalam mengolah ikan, dan ada semangat untuk menjaga tradisi kuliner tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Kini, dengan semakin banyaknya generasi muda yang kembali melirik kuliner tradisional, tekwan tidak hanya bertahan, tapi juga berevolusi. Beberapa inovasi bahkan menghadirkan versi vegetarian, varian seafood lainnya, hingga presentasi yang lebih modern untuk kafe dan restoran kekinian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....