Kue Cupu: Manisnya Warisan Kuliner dari Kayu Agung
- 10 Jun 2025 14:44 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Sumatera Selatan memang kaya akan khazanah kuliner tradisional yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah kue cupu, penganan kenyal dan manis dengan cita rasa khas perpaduan tepung ketan dan gula merah. Jika di daerah lain kue serupa mungkin memiliki nama berbeda, di Kayu Agung, masyarakat akrab menyebutnya "cupu", sebuah nama yang begitu melekat di lidah dan hati warga setempat.
Salah satu pembuat kue cupu yang cukup dikenal di Kelurahan Jua-jua, Kayu Agung, adalah Desi. Gadis muda ini kerap menyajikan kue cupu sebagai camilan di sore hari atau hidangan istimewa saat acara keluarga dan syukuran.
“Rasa manisnya pas, dan teksturnya lembut. Banyak anak-anak dan orang dewasa yang suka,” ujar Desi saat ditemui di kediamannya, menjelaskan daya tarik kue buatannya.
Menurut Desi, bahan-bahan untuk membuat kue cupu cukup sederhana: tepung ketan, kelapa parut, gula merah, sedikit garam, dan daun pisang sebagai pembungkusnya. Namun, ada kunci penting di balik kelezatannya.
“Kuncinya ada di cara mengaduk dan mengukusnya. Kalau salah takaran atau kurang sabar dalam prosesnya, bisa jadi bantat atau terlalu lembek,” tutur Desi sambil menyiapkan bahan-bahan di dapurnya.
Proses pembuatannya dimulai dengan mencampur tepung ketan, kelapa parut, dan sejumput garam, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan dapat dibentuk. Sementara itu, gula merah diparut dan dilarutkan untuk isian. Adonan yang sudah dibentuk bulat kemudian diisi gula merah cair, lalu dibungkus dengan daun pisang membentuk lipatan lonjong sebelum dikukus hingga matang sekitar 30 menit.
Ketika dikukus, aroma khas daun pisang dan kelapa berpadu sempurna dengan legitnya gula merah, menciptakan wangi yang begitu menggoda selera. Desi mengungkapkan bahwa kue cupu buatan rumahan lebih disukai karena tanpa bahan pengawet.
“Kalau buat sendiri, kita tahu kualitasnya. Saya lebih senang berbagi ke tetangga daripada menjual. Tapi kadang juga banyak yang pesan untuk acara,” katanya sambil tersenyum.
Dengan semangat kuat untuk menjaga tradisi, Desi berharap kue cupu dapat terus dikenali dan dicintai oleh generasi muda.
“Jangan sampai makanan nenek moyang kita hilang ditelan zaman. Kue cupu ini sederhana, tapi menyimpan rasa dan kenangan,” ucapnya penuh harap.
Bagi Anda yang ingin mencicipi atau mencoba membuatnya sendiri, resep kue cupu ala Desi bisa menjadi pilihan menarik untuk menemani sore yang hangat bersama keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....