Kue Nagasari Tetap Eksis di Tengah Jajanan Modern
- 28 Mei 2025 10:17 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Di tengah menjamurnya makanan modern dan jajanan kekinian, kue tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah kue nagasari, camilan berbahan dasar pisang dan tepung beras yang dikenal dengan tekstur lembut serta cita rasa manis dan gurih. Aroma khas dari daun pisang yang membungkus kue ini menambah daya tarik tersendiri, membangkitkan nostalgia masa kecil bagi banyak orang.
Di Kota Palembang, nagasari tetap bertahan sebagai pilihan favorit berkat para pelaku usaha rumahan seperti Titin, seorang penjual sekaligus pembuat nagasari yang telah menekuni usaha ini selama lebih dari sepuluh tahun.
Ditemui pada Minggu (25/5/2025), Titin mengungkapkan rahasia di balik kelezatan nagasari buatannya. “Saya selalu pakai pisang raja yang matang alami dan santan segar yang diperas sendiri. Tepung beras juga saya pilih yang berkualitas supaya hasil nagasarinya lembut dan tidak pecah saat dikukus,” jelasnya.
Nagasari dikenal sebagai kue tradisional yang dibungkus daun pisang dengan isian pisang yang dibalut adonan tepung beras dan santan. Proses pengukusan membuat rasa manis dari pisang dan gurihnya santan berpadu sempurna. “Kalau pagi-pagi disantap dengan teh hangat, rasanya luar biasa nikmat. Manisnya tidak berlebihan dan ada sensasi segar dari daun pisang,” ungkap Titin sambil tersenyum.
Dalam satu hari, terutama saat akhir pekan atau menjelang hari besar, Titin mampu memproduksi lebih dari 200 potong nagasari. Ia menjual kue ini dengan harga terjangkau, yakni Rp2.000 per potong. Tak hanya itu, Titin juga menerima pesanan dalam jumlah banyak dan menyediakan layanan antar ke berbagai wilayah di Palembang. “Alhamdulillah, pelanggan saya dari berbagai kalangan. Mereka bilang nagasari saya rasanya konsisten sejak dulu,” ungkapnya.
Meski harus bersaing dengan beragam jajanan modern, Titin tetap optimistis bahwa kue tradisional seperti nagasari akan terus diminati.
“Asal kita jaga kualitas dan rasa, insyaallah kue tradisional tidak akan ditinggalkan. Banyak juga generasi muda yang penasaran dan akhirnya suka setelah mencoba,” tuturnya.
Bagi Titin, menjaga keaslian resep adalah bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur.
Ke depan, Titin berencana memperluas pemasaran kue nagasari melalui platform digital agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk dari luar Palembang. Ia juga ingin mengembangkan variasi nagasari dengan tampilan yang lebih menarik tanpa mengubah rasa khasnya.
“Saya ingin anak-anak muda juga bangga dengan kue tradisional seperti nagasari, karena selain enak, juga sarat nilai budaya,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....