Bolu Cupu: Kue Legendaris dari Kayuagung

  • 22 Apr 2025 20:22 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di tengah gempuran jajanan modern, Bolu Cupu tetap eksis sebagai kue tradisional yang dicintai masyarakat Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bukan hanya sebagai suguhan khas saat Lebaran dan seserahan pernikahan, bolu ini juga telah merambah pasar luar daerah, bahkan hingga Pulau Jawa.

Ditemui langsung di lokasi produksi pada Minggu (20/4/2025), adalah Nurdin, generasi penerus usaha Bolu Cupu Ningmas Kalung di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung. Nurdin mengungkapkan bahwa bolu ini pertama kali dibuat oleh ibunya, Ningmas Kalung, pada tahun 2000.

“Awalnya ibu saya hanya coba-coba menggunakan tepung terigu, gula, dan telur ayam. Adonan dibentuk bulat dan dipanggang menggunakan alat tradisional. Ternyata rasanya enak dan banyak yang suka, akhirnya usaha ini terus kami lanjutkan sampai sekarang,” ujar Nurdin.

Dengan cita rasa manis, legit, dan tekstur yang lembut, Bolu Cupu berhasil memikat lidah konsumen dari berbagai usia. Selain memakai bahan alami tanpa pengawet, bolu ini juga tersedia dalam dua varian berdasarkan jenis telurnya, yaitu menggunakan telur ayam atau telur bebek dan dengan harga yang bervariasi.

Menariknya, proses pembuatan bolu ini masih mempertahankan cara tradisional. Alat kocok manual dan oven tungku kayu masih digunakan untuk menjaga cita rasa khas yang autentik.

"Meski sudah belasan tahun, minat masyarakat terhadap Bolu Cupu terus meningkat. Banyak pelanggan dari luar daerah seperti Jambi, Lampung, Jakarta bahkan Pulau Jawa, datang langsung untuk membeli. Ada juga yang membawa bolu ini sebagai camilan saat berangkat umrah," tambah Nurdin.

Bolu Cupu dapat bertahan hingga 10 hari jika disimpan dalam lemari es. Nurdin pun berharap kue warisan ini terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal Sumatera Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....