Kue Cubit di Benteng Kuto Besak Palembang
- 27 Okt 2024 19:19 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang : Kue cubit menjadi salah satu pilihan jajanan yang ada di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), tempat berkumpulnya warga dan wisatawan. Mas Imin, seorang pedagang kue cubit yang sudah lebih dari dua tahun berjualan di area ini, dengan tekun melayani para pembeli setiap sore hingga malam. Dengan gerobak sederhana, Mas Imin membawa resep kue cubit khas buatannya yang berbeda dan lebih lembut, membuat pengunjung BKB sering kali datang lagi untuk menikmati jajanan ini.
Menurut Mas Imin, kue cubit buatannya memiliki daya tarik tersendiri karena teksturnya yang empuk dan topping yang bervariasi. Mulai dari taburan cokelat meses, keju parut, hingga oreo yang selalu jadi favorit anak-anak. “Kunci dari kue cubit yang enak ada pada adonan dan tingkat kematangannya. Saya selalu menggunakan bahan yang segar agar rasanya tetap terjaga,” ujarnya. Mas Imin juga mengaku sering bereksperimen dengan topping baru sesuai tren, misalnya menggunakan green tea atau red velvet, yang semakin memperkaya pilihan rasa kue cubitnya.
Meski berjualan di lokasi yang ramai pengunjung, Mas Imin tetap menjaga harga jual kue cubitnya agar tetap terjangkau bagi semua kalangan. Dengan harga Rp 5.000 per porsinya, kue cubit Mas Imin terbilang ekonomis namun tetap berkualitas. “Saya ingin semua orang, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa bisa menikmati kue cubit tanpa merasa keberatan. Kalau bisa bermanfaat dan menghibur, saya senang sekali,” kata Mas Imin sambil tersenyum.
Lokasi jualan di BKB juga menjadi nilai tambah bagi Mas Imin, karena banyak wisatawan yang datang untuk menikmati suasana ikonik di Palembang sekaligus menikmati jajanan khas seperti kue cubit. Di waktu-waktu ramai seperti akhir pekan atau hari libur, lapak kue cubitnya sering kali dikerumuni pembeli, bahkan kadang harus antre cukup lama. Meski begitu, Mas Imin melayani pembeli dengan penuh semangat dan ramah, menjadikan pengalamannya menikmati kue cubit lebih berkesan.
Di samping itu, kue cubit yang dibuat langsung di tempat juga menjadi daya tarik bagi pembeli. Mereka bisa melihat proses pembuatan kue mulai dari pencampuran adonan hingga kue matang dan topping ditambahkan sesuai permintaan. “Banyak yang suka lihat prosesnya karena bikin penasaran, terutama anak-anak. Mereka bisa lihat kue yang mengembang di cetakan dan langsung diberi topping,” jelas Mas Imin. Interaksi inilah yang menurutnya membuat banyak pelanggan setia dan tak ragu merekomendasikan kue cubitnya ke orang lain.
Ke depan, Mas Imin berencana mengembangkan usahanya dengan menambahkan varian rasa baru. Meski sederhana, kue cubit ini membawanya pada kesuksesan kecil yang bermakna. Melalui usahanya, Mas Imin berharap kue cubit tetap eksis di hati masyarakat dan menjadi bagian dari kenangan indah setiap orang yang berkunjung ke Benteng Kuto Besak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....