Ratusan Santri Ikuti Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Pepsodent

  • 06 Mar 2024 10:08 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang : Sebanyak 850 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Mahmud Badaruddin Palembang mendapatkan pelatihan dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama bulan puasa, Selasa (5/3/2024). Kegiatan yang bertajuk "Pelatihan Santri Berseri; Bercahaya, Sehat, dan Percaya Diri" digelar atas kerjasama dengan Unilever Idonesia.


“MUI selalu menghimbau untuk mengkonsumsi atau menggunakan sesuatu yang bersertifikat halal agar apa yang kita konsumsi dan gunakan menjadi berkah, terutama kita sudah akan memasuki Ramadan, selain tentunya meningkatkan nilai-nilai lain seperti nilai kesehatan, kebahagiaan, dan lain-lain. Harapan kami tentunya program seperti ini dapat terus berlanjut dan bisa lebih luas lagi melibatkan seluruh stakeholders guna mencapai keberkahan untuk Indonesia," jelas Sekretaris Umum MUI Kota Palembang, H. Ahmad Saleh SPd.I yang membuka kegiatan tersebut.


Unilever Indonesia, melalui brand Pepsodent, memperkenalkan program ini sebagai bagian dari inisiatif Pesantren Hijau Berdaya yang telah berjalan sejak 2020. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut di kalangan santri.


Prof. Dr. Muhammad Badrut Tamam, M.Si., Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan, menyatakan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat kepada para santri dan santri putri di 350 pesantren di Sumatera Selatan.

"Di Sumatera Selatan sendiri terdapat 350 pesantren, termasuk Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin, yang jumlah santri dan santri putrinya berjumlah sekitar 126,000, semoga bisa tersentuh oleh pelatihan seperti ini.” kata Badrut.


“Sekarang para santri dan santri putri bisa mengikuti berbagai pelatihan seperti gosok gigi secara baik dan benar, melalui edukasi seperti ini saya rasa pesantren sekarang sudah lebih bijak, higienis, terutama dengan adanya fasilitas-fasilitas yang lebih baik,” lanjutnya.


M. Soni Suharsono, S.Pd.I, M.Si, MH, CH, C.ITE, Pimpinan Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin, berbagi visi tentang perubahan positif yang diharapkan dari program ini, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi menjelang Ramadan.


"Diharapkan setelah adanya program ini, para santri dan santri putri bisa lebih teredukasi dan sadar akan pentingnya kesehatan, terutama terkait gigi dan mulut, juga program ini tidak hanya sampai di sini tapi di semua pesantren di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan," ungkapnya, Selasa (5/3/2024).

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia, mengungkapkan data yang menunjukkan prevalensi masalah gigi di Indonesia dan khususnya di Kota Palembang, yang menyoroti pentingnya edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut.


Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pepsodent dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, termasuk melalui kampanye 'Senyum Sehat Indonesia' dan kerja sama dengan PDGI, FKG, dan RSGMP untuk menyediakan perawatan gigi tanpa biaya.


“Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, 7 dari 10 orang Indonesia mengalami gigi berlubang. Sedangkan untuk Kota Palembang, masalah kesehatan gigi (rusak, berlubang, ataupun sakit) mencapai 47,17% dan hanya 2,49% yang mempunyai kebiasaan menyikat gigi pada waktu yang benar yakni setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Padahal gigi dan mulut memiliki beragam fungsi yang digunakan sehari-hari seperti mengunyah, berbicara, dan tersenyum," jelasnya.


Ia menambahkan, Program ini akan terus berlanjut sepanjang tahun 2024 hingga akhir tahun melalui peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut (World Oral Health Day) dan Bulan Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (BKGN) di berbagai kota di Indonesia.


Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari drg. Fandika dari PDGI dan Kim Dental, yang menyoroti pentingnya teknik menyikat gigi yang benar untuk mencegah masalah gigi dan mulut.


Dengan program ini, diharapkan kesadaran dan praktik kesehatan gigi dan mulut akan meningkat di kalangan santri dan masyarakat luas, khususnya menjelang bulan penuh berkah, Ramadan.


Sementara, Aldini, santri putri Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, mengungkapkan kegembiraannya bisa berpartisipasi dalam program ini karena mendapatkan pemahaman tentang cara menyikat gigi yang benar.


“Saya kira waktu menyikat gigi yang tepat adalah pagi hari setelah bangun tidur dan sore hari pada saat mandi, namun ternyata salah. Nah, dari situ saya dapat wawasan tentang bagaimana menyikat gigi yang benar dan di waktu yang tepat. Setelah mendapat penjelasan dokter, saya berusaha memperbaiki diri untuk kesehatan gigi saya,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....