Hotspot Nasional Menurun, Sumsel Masih Tertinggi Prioritas Penanganan Karhutla

  • 17 Sep 2026 20:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hotspot kebakaran hutan nasional dengan tingkat kepercayaan tinggi menurun dari 1.037 menjadi 479 titik dalam sehari, menunjukkan perkembangan positif dalam pengendalian kebakaran.
  • Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian di lapangan karena risiko kebakaran dan dampak asap masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah.
  • Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah tetap menjadi dua provinsi dengan konsentrasi hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas yang dipantau secara ketat.

RRI.CO.ID, Palembang- Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional kembali menunjukkan penurunan. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu malam 16 September 2026, terdeteksi 479 hotspot high confidence, turun sebanyak 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tetap memperkuat pengendalian di lapangan karena risiko kebakaran dan dampak asap masih terjadi di sejumlah wilayah. Namun, wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas.

Berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Rabu 16 September 2026 pukul 21.00 WIB, seluruh enam provinsi prioritas menunjukkan penurunan hotspot high confidence dibandingkan sehari sebelumnya. Sumatera Selatan terdapat 123 titik, turun dari 245 titik.

Kemudian Kalimantan Tengah terdapat 102 titik, turun dari 266 titik sedangkan Kalimantan Barat terdapat 21 titik, turun dari 43 titik. Jambu berada setelahnya terdapat 12 titik turun turun dari 62 titik dan Kalimantan Selatan terdapat 11 titik, turun dari 72 titik, penurunan juga terjadi di Provinsi Riau dengan 11 titik turun dari 15 titik.

Penurunan cukup besar terlihat di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Sumatera Selatan. Meski demikian, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas, sehingga patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap diperkuat.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta berarti satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot.

“Karena itu, setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pengecekan kondisi aktual di lapangan. Sekali lagi disampaikan bahwa hotspot bukan parameter tunggal, deteksi hotspot mendeteksi anomali yang perlu kroscek lapangan,” ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Kamis 17 September 2026.

Saat ini dikatakan Ferdian konfirmasi deteksi hotspot terus dilakukan baik melalui dari darat dan udara terus dilakukan. “Pesawat patroli masih melaksanakan terbang baru sebagian visual data yang masuk,” kata Ferdian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....