Leukemia Anak Bisa Dideteksi dari Gejala yang Sering Diabaikan

  • 09 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak.
  • Penyakit kanker darah pada anak dapat berkembang secara cepat pada jenis akut atau berlangsung lebih lama pada jenis kronis dengan gejala yang sering tidak disadari orang tua.
  • LLA ditandai dengan meningkatnya sel-sel muda atau limfoblas di darah tepi dan sumsum tulang, sehingga diperlukan deteksi dan pengenalan sejak dini.

RRI.CO.ID, Palembang - Leukemia menjadi salah satu jenis kanker darah pada anak yang perlu dikenali sejak dini oleh orang tua. Penyakit tersebut dapat berkembang cepat pada jenis akut sehingga gejala awal perlu mendapat perhatian.

Dokter Spesialis Kesehatan Anak Subspesialis Konsultan Hematologi Onkologi Departemen Onkologi RSMH, dr. Dewi Rosariah Ayu, mengatakan leukemia limfoblastik akut (LLA) menjadi jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak. Kondisi tersebut terjadi akibat peningkatan sel muda atau limfoblas di darah tepi dan sumsum tulang.

Dr. Dewi menjelaskan orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi fisik anak. Salah satu tanda yang sering muncul adalah pucat pada konjungtiva, mukosa, atau telapak tangan.

“Salah satu gejala yang perlu diperhatikan orang tua adalah pucat. Kondisi ini dapat terlihat dari konjungtiva atau bagian dalam kelopak mata, mukosa, hingga telapak tangan yang tampak lebih pucat dari biasanya. Selain pucat, anak dengan leukemia juga dapat mengalami perdarahan,” ungkapnya dalam Dialog Indonesia Sehat RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, perdarahan pada anak dengan leukemia dapat muncul dalam berbagai bentuk. Gejalanya dapat berupa mimisan, gusi berdarah, bintik merah pada kulit, atau lebam tanpa penyebab yang jelas.

Pada kondisi tertentu, perdarahan juga dapat terjadi di saluran pencernaan maupun saluran kemih. Orang tua perlu memperhatikan tanda seperti BAB berwarna hitam, BAB berdarah, atau urine yang berubah warna menjadi kemerahan.

Selain perdarahan, demam berulang tanpa penyebab jelas juga menjadi gejala yang perlu diperhatikan. Anak dengan leukemia dapat mengalami keluhan lain seperti nyeri sendi, nyeri tulang, sakit kepala, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

“Anak juga dapat mengeluhkan nyeri sendi atau tulang, sakit kepala, hingga kelemahan pada salah satu bagian tubuh. Gangguan penglihatan seperti pandangan tiba-tiba kabur juga perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Dr. Dewi mengatakan leukemia pada kondisi tertentu dapat menyebabkan anemia berat. Kondisi tersebut dapat membuat anak mengalami sesak napas, tekanan darah menurun, hingga gangguan pada fungsi jantung dan paru.

Selain itu, orang tua perlu memperhatikan adanya pembesaran kelenjar getah bening pada tubuh anak. Benjolan yang muncul di area leher, ketiak, atau selangkangan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Perut anak yang tampak membesar juga perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan pembesaran hati dan limpa. Pada anak laki-laki, perubahan ukuran atau tekstur testis juga perlu diperiksa apabila terjadi bersamaan dengan gejala lain.

Jika salah satu testis terlihat membesar atau terasa keras disertai demam, pucat, maupun perdarahan, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dini dapat membantu menentukan penyebab keluhan secara tepat.

Dr. Dewi mengingatkan orang tua tidak menunggu kondisi anak semakin berat ketika menemukan gejala yang tidak biasa. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan agar diagnosis dan penanganan dapat diberikan sesuai kondisi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....