Tumor dan Kanker Berbeda, Kenali Ciri serta Risikonya

  • 09 Sep 2026 09:19 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kanker dan tumor memiliki pengertian yang berbeda, meskipun sering dianggap sama oleh masyarakat.
  • Kanker berkaitan dengan pertumbuhan sel yang tidak normal dan dapat tumbuh dengan cepat serta tidak terkendali di luar mekanisme tubuh yang normal.
  • Pemahaman yang benar tentang perbedaan kanker dan tumor penting untuk mengenali kondisi kesehatan dengan tepat dan menghindari kesalahpahaman.

RRI.CO.ID, Palembang - Tumor tidak selalu berarti kanker karena keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pemahaman mengenai perbedaan tersebut penting agar masyarakat tidak langsung menganggap setiap benjolan sebagai penyakit kanker.

Dokter Spesialis Kesehatan Anak Subspesialis Konsultan Hematologi Onkologi Departemen Onkologi RSMH, dr. Dewi Rosariah Ayu, menjelaskan kanker berkaitan dengan pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh. Sel kanker dapat berkembang cepat dan tidak terkendali karena tidak mengikuti mekanisme normal tubuh.

Menurut dr. Dewi, tumor merupakan benjolan atau massa yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu. Kondisi tersebut dapat bersifat jinak maupun ganas sehingga membutuhkan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

“Tumor jinak umumnya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Misalnya, seseorang memiliki benjolan yang ukurannya relatif tetap dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut dapat mengarah pada tumor jinak, meski kepastian diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis,” katanya dalam Dialog Indonesia Sehat RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.

Berbeda dengan tumor jinak, tumor ganas memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dan dapat menyebar ke organ lain. Penyebaran tersebut dapat terjadi melalui aliran darah maupun sistem kelenjar getah bening.

Dr. Dewi mengatakan kanker tidak hanya ditandai dengan munculnya benjolan. Beberapa kondisi lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab jelas dan demam berkepanjangan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa.

“Selain munculnya benjolan, kanker juga dapat disertai sejumlah gejala lain, seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan demam berkepanjangan. Gejala yang muncul juga bergantung pada lokasi kanker dan organ yang terdampak,” ujarnya.

Salah satu contoh penyebaran kanker terjadi pada tumor ganas tulang yang dapat menyebar ke paru-paru. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti sesak napas pada pasien.

Tumor ganas inilah yang secara umum dikenal sebagai kanker. Penyakit tersebut dapat menyerang berbagai bagian tubuh, termasuk organ padat maupun sistem pembentuk darah.

“Kanker padat dapat menyerang berbagai organ tubuh. Jika terjadi di otak, misalnya, dapat disebut kanker otak. Kanker juga dapat ditemukan pada mata, tulang, ginjal, maupun organ tubuh lainnya. Sementara kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening dikenal sebagai limfoma,” katanya.

Selain kanker padat, terdapat kanker yang berasal dari jaringan pembentuk darah atau sel darah. Jenis kanker tersebut dikenal sebagai leukemia atau kanker darah yang banyak dikenal masyarakat.

Dr. Dewi menegaskan tidak semua tumor merupakan kanker. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas, sedangkan kanker mengacu pada pertumbuhan sel abnormal yang memiliki sifat ganas dan dapat menyebar.

Ia mengimbau masyarakat tidak langsung menyimpulkan suatu benjolan sebagai kanker. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan agar penyebab kondisi dapat diketahui secara tepat dan penanganan dapat dilakukan sesuai diagnosis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....