Kebakaran Lahan Kembali Melanda Kota Palembang

  • 29 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Palembang, kali ini api menyasar belakang Perumahan Griya Sriwijaya Permai, Jalan Ki Atmaja RT 58 RW 06, Kelurahan Sungai Selincah, Kecamatan Kalidoni. Kobaran api membakar lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di belakang, Kamis 27 Agustus 2026.

Kondisi tersebut kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi semak belukar yang kering dan mudah terbakar. Begitu menerima laporan dari Ketua RT 58 sekitar pukul 13.00 WIB, Babinsa Kelurahan Sungai Selincah langsung bergerak menuju lokasi.

Respon cepat ini untuk memastikan kobaran api dapat segera dikendalikan. Setibanya di lokasi, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman.

Api yang awalnya terlihat dari kawasan permukiman dengan cepat membesar sehingga membuat warga ikut turun tangan untuk mencegah api menjalar lebih luas. Sekitar 20 menit kemudian, bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Babinsa bersama aparat gabungan dan warga terus berjibaku menghadang kobaran api. Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, sekitar pukul 15.30 WIB api berhasil dipadamkan.

Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Jumat 28 Agsutus 2026 mengatakan ebakaran lahan yang terus terjadi menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan unsur pemadam terus bersiaga ketika menerima laporan adanya titik api di wilayah binaan.

“Kehadiran Babinsa di lapangan bukan sekadar melakukan pemantauan. Mereka juga langsung berkoordinasi dengan warga dan petugas pemadam untuk mempercepat penanganan serta mencegah api meluas ke permukiman,” ujar Kolonel Erik.

Ditegaskan Erik Kodim 0418/ Palembang melalui Babinsa terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut sangat berisiko, terutama ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.

“Kami mengimbau masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan merembet ke lahan maupun permukiman.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kalau melihat titik api, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani secepat mungkin,” imbau Dandim Erik.

Untuk diketahui, lahan kosong yang terbakar merupakan kawasan semak belukar yang tidak dikelola pemiliknya. Meskipun terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran menyebabkan lahan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektare hangus terbakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....