BPBD Sumsel Sebut Karhutla OKI Mendominasi Asap di Kota Palembang
- 28 Agt 2026 06:59 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Asap yang menyelimuti Palembang dalam beberapa pekan terakhir didominasi dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir.
- Sumber asap utama berasal dari tiga wilayah di OKI, yaitu Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
- Arah pergerakan angin membawa asap dari Kabupaten Ogan Ilir hingga menjangkau kawasan perkotaan Palembang, menurut pernyataan Kepala Pelaksana BPBD Sumsel.
RRI.CO.ID, Palembang- Asap di Kota Palembang sejak beberapa pekan terakhir ini didominasi dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OKI). Beberapa wilayah yang menjadi sumber asap tersebut antara lain Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut arah pergerakan angin membuat asap dari sejumlah wilayah di OKI terbawa hingga ke kawasan perkotaan Palembang. “Kalau berdasarkan arah angin, asap kita ini banyak dari OKI,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iqbal Alisyahbana Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Iqbal, kondisi geografis Palembang yang berada di wilayah dataran rendah turut membuat asap lebih mudah masuk dan bertahan di kawasan perkotaan. Sementara itu, asap yang bergerak ke arah Jambi lebih banyak dipengaruhi kebakaran yang terjadi di wilayah Musi Banyuasin (Muba) dan sebagian Banyuasin.
“Kondisi ini membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi dampak asap yang dapat menyebar lintas wilayah. Karena asap dari Muba dan Banyuasin mengarah ke Jambi,” jelasnya.
Seiring meningkatnya eskalasi karhutla, pemerintah pusat menambah dukungan untuk memperkuat penanganan kebakaran di Sumsel. Bantuan tersebut mencakup armada udara dan berbagai peralatan yang akan digunakan untuk pemadaman maupun pencegahan meluasnya kebakaran.
“Sejumlah armada udara telah disiagakan. Penggunaannya akan menyesuaikan kondisi cuaca, terutama potensi pertumbuhan awan di sekitar lokasi karhutla,” sambung Iqbal
Menurut Iqbal satu unit helikopter dijadwalkan tiba di Sumsel pada 28 Agustus 2026. “Helikopter tanggal 28 ini insyaallah datang satu,” kata Iqbal.
Selain itu, Rencana dukungan dari pemerintah pusat juga berupa 20 unit ekskavator, 500 unit pompa air, sumur bor, serta kendaraan operasional. Ekskavator nantinya digunakan untuk membuat sekat kanal dan memperdalam embung.
Iqbal mengatakan sekal kanal dan embung diharapkan dapat menjaga ketersediaan air di wilayah yang rawan mengalami kebakaran. “ BPBD telah berkoordinasi dengan TNI terkait distribusi alat berat tersebut, termasuk ekskavator yang akan langsung dikirim ke daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” tegasnya.
Iqbal menjelaskan, bantuan peralatan dari pemerintah pusat sebenarnya telah diberikan sejak awal sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim karhutla. Namun, jumlah dukungan kemudian ditambah karena peningkatan kebakaran terjadi lebih cepat dari perkiraan.
“Bantuan peralatan dari pemerintah pusat dari awal sudah ada. Cuma jumlahnya memang tidak sesuai dengan eskalasi. Karena eskalasi meningkat, makanya ada percepatan untuk penanganan ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....