Diabetes Tipe 2 Mengintai Usia Produktif, Masyarakat Diminta Perkuat Self-Care
- 24 Agt 2026 12:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia produktif, dengan gaya hidup, pola makan, obesitas, dan kurang aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang dapat dikendalikan.
- Pasien memiliki peran penting dalam pengelolaan diabetes melalui self-care management, seperti menjaga pola makan, berat badan, menghindari kebiasaan berisiko, dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
- Diabetes dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga kesadaran menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk mencegah komplikasi.
RRI.CO.ID, Palembang - Diabetes melitus tipe 2 kini tidak lagi identik dengan orang tua. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel 2025 mencatat kenaikan 23% kasus diabetes tipe 2 pada usia 25-45 tahun. Gaya hidup, pola makan, dan kurang gerak jadi pemicu utama.
Staf Diklat dan Humas Rumah Sakit Ar-Rasyid, Joko Tri Wahyudi, dalam Dialog Indonesia Sehat Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan bahwa Diabetes Melitus memiliki beberapa tipe, salah satunya adalah DM tipe 2. Menurutnya, DM tipe 2 berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari, termasuk pola makan dan kebiasaan yang dilakukan seseorang.
“DM tipe 2 berarti ada tipe 1, tetapi ada empat tipe DM. Tipe 2 ini berkaitan dengan pola hidup kita sehari-hari, baik dari pola makan dan lainnya,” ujar Joko.
Ia menjelaskan bahwa terdapat faktor risiko yang tidak dapat diubah atau nonmodifiable, seperti faktor keturunan dan usia. Sementara itu, terdapat pula faktor yang masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, seperti pola makan, kebiasaan merokok, serta obesitas.
Menurut Joko, faktor keturunan dan usia memang tidak dapat dihindari. Namun, risiko yang berkaitan dengan pola hidup masih dapat dikendalikan melalui kebiasaan yang lebih sehat. Salah satunya dengan memperhatikan pola makan dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
Joko menambahkan bahwa self-care management secara sederhana dapat dipahami sebagai kemampuan pasien dalam melakukan perawatan terhadap dirinya sendiri. Dalam pengelolaan DM tipe 2, pasien justru memiliki peran yang sangat signifikan karena perawatan tidak hanya dilakukan ketika berada di fasilitas kesehatan.
“Self-care management itu bahasa umumnya, pasien memiliki peran yang bisa dikatakan paling signifikan dalam perawatan DM ini,” jelasnya.
Menurut Joko, Diabetes Melitus sering kali tidak menunjukkan gejala yang terlihat secara langsung pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah kesehatan hingga muncul gangguan atau komplikasi tertentu.
“Penyakit ini tidak kelihatan, tetapi ketika ada kendala baru kelihatan penyakit ini,” katanya.
Karena itu, Joko mengingatkan pentingnya penerapan self-care management dalam kehidupan sehari-hari. Pasien perlu memiliki kesadaran untuk menjaga pola makan, menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko, serta menjalankan perawatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan diri menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan DM tipe 2. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan perawatan secara konsisten, pasien dapat membantu menjaga kondisi kesehatannya serta mengurangi risiko munculnya komplikasi.
Melalui program Indonesia Sehat RRI Palembang, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengendalian Diabetes Melitus tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pasien dalam menjaga kesehatan dan menerapkan self-care management secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....