Sering Kesemutan Malam Hari? Waspada Gejala Awal Sindrom CTS
- 18 Jul 2026 04:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terus meningkat di Sumatera Selatan, terutama pada pekerja kantoran, penjahit, tukang, dan UMKM kuliner.
- Penanganan fisioterapi terbukti efektif mengurangi nyeri dan kebas tanpa harus langsung menjalani operasi.
- CTS adalah gangguan pada pergelangan tangan yang ditandai dengan nyeri, kesemutan, hingga penurunan kekuatan menggenggam akibat tertekannya saraf.
RRI.CO.ID, Palembang - Kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau sindrom terowongan karpal di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan. Gangguan saraf di pergelangan tangan ini mulai banyak mengintai produktivitas para pekerja kantoran, penjahit, tukang, hingga pelaku UMKM kuliner di wilayah ini. Kabar baiknya, intervensi fisioterapi terbukti ampuh meredakan nyeri dan baal tanpa harus langsung naik ke meja operasi.
Sindrom ini dipicu oleh tekanan berlebih pada saraf median pergelangan tangan akibat aktivitas monoton yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
"CTS sering terjadi karena aktivitas berulang, misalnya ibu rumah tangga yang sering mengulek bumbu atau guru yang terus-menerus menulis di papan tulis," kata Fathan Nashhan Had, fisioterapis dari Rumah Sakit Ar-Rasyid Palembang, saat berbicara dalam Dialog Indonesia Sehat di PRO 1 RRI Palembang, Jumat, 17 Juli 2026.
Senada dengan Fathan, praktisi fisioterapi RS Ar-Rasyid lainnya, Arlina Agustimewa, mengungkapkan bahwa CTS kini menjadi salah satu kasus yang paling mendominasi di ruang layanan fisioterapi. Sebagian besar pasien datang karena mengabaikan posisi ergonomis dan beban kerja tangan saat beraktivitas sehari-hari.
Gejala gangguan ini merayap perlahan sesuai tingkat keparahannya. Pada fase ringan, penderita biasanya kerap mengeluhkan kesemutan pada ibu jari yang intensitasnya meningkat saat malam hari. Masuk ke fase sedang, rasa kebas mulai bertahan hingga siang hari.
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, kondisi akan memburuk ke fase berat di mana tangan mengalami mati rasa total dan kehilangan fungsi motoriknya. Penderita akan kesulitan untuk sekadar menggenggam gelas atau mengangkat barang ringan akibat kelemahan otot pergelangan.
"Jika saat tidur sering tiba-tiba mengalami kesemutan pada tangan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fisioterapi agar dapat ditangani sejak dini," ujar Arlina menegaskan.
Selain faktor aktivitas repetitif, Arlina membeberkan beberapa kondisi lain yang memperbesar risiko CTS, seperti masa kehamilan akibat retensi cairan yang memicu pembengkakan jaringan, kebiasaan berkendara sepeda motor dalam durasi panjang, hingga faktor obesitas yang meningkatkan tekanan mekanis pada jalur saraf.
Masyarakat kini diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh. Memberikan jeda istirahat di tengah aktivitas yang melelahkan pergelangan tangan menjadi langkah preventif paling sederhana. Namun, saat gejala kebas dan nyeri mulai mengganggu tidur, berkonsultasi dengan fisioterapis adalah langkah mutakhir guna mencegah kerusakan saraf permanen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....