Obesitas Tingkatkan Risiko Gangguan Tidur

  • 28 Mei 2026 10:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan tidur pada seseorang. Kondisi itu banyak dialami penderita kelebihan berat badan dan obesitas.

Melansir dari primecareclinic, orang yang berada pada rentang indeks 25 hingga 29 disebut kelebihan berat badan (overweight). Sementara, orang obesitas memiliki indeks massa tubuh di atas angka 30.

Melansir dari WebMD, para ahli menyebut lemak tubuh berlebih memengaruhi metabolisme dan siklus tidur. Tekanan pada leher juga menghambat pernapasan saat tidur.

Kondisi tersebut dapat memicu dengkuran dan apnea tidur obstruktif (Obstructive Sleep Apnea atau OSA). Gangguan itu menyebabkan saluran napas tersumbat sementara saat tidur.

Penderita obesitas juga lebih sering mengalami insomnia dibandingkan berat badan normal. Mereka sering merasa lelah meski tidur sepanjang malam.

OSA membuat penderita berhenti bernapas sesaat ketika tidur berlangsung. Gangguan itu meningkatkan risiko penyakit jantung dan kelelahan di siang hari.

Selain itu, obesitas meningkatkan risiko penyakit asam lambung atau GERD. Kondisi tersebut dapat memicu nyeri ulu hati pada malam hari.

Berat badan berlebih juga berkaitan dengan osteoartritis (pengapuran sendi) dan asma. Kedua penyakit itu dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

Kurang tidur dapat memperburuk kenaikan berat badan pada penderita obesitas. Kondisi itu membuat seseorang malas berolahraga dan memilih makanan tidak sehat.

Dokter menyarankan penderita segera memeriksa gangguan tidur sejak awal. Terapi, olahraga, dan pola hidup sehat membantu memperbaiki kualitas tidur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....