Lapas Sekayu Gelar Skrining TBC dan HIV untuk Warga Binaan

  • 24 Apr 2026 09:19 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Lapas Sekayu kembali menggelar layanan kesehatan gratis berupa skrining Tuberculosis dan HIV/AIDS bagi warga binaan. Program tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular di lingkungan lapas.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Pemeriksaan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Balai Agung.

Layanan kesehatan diberikan kepada puluhan warga binaan. Pemeriksaan menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan penghuni lapas.

Kalapas Sekayu Aris Sakuriyadi mengatakan skrining dilakukan secara berkala untuk memantau kesehatan warga binaan. Langkah tersebut dinilai penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular.

“Pelaksanaan skrining ini menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026. Lapas berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang optimal.

Petugas kesehatan melakukan wawancara terkait riwayat penyakit dan aktivitas berisiko. Pemeriksaan juga mencakup riwayat penggunaan narkoba suntik.

Setelah proses wawancara, petugas mengambil sampel dahak untuk pemeriksaan TBC. Skrining HIV dilakukan melalui pengambilan sampel darah dan konseling.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Sekayu Fiqih Utama mengatakan kegiatan tidak hanya fokus pada pemeriksaan. Edukasi kesehatan juga diberikan kepada warga binaan.

“Kami tidak hanya melakukan skrining, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” katanya. Kesadaran hidup sehat dinilai penting dalam pencegahan penyakit.

Menurut Fiqih, edukasi mencakup pemahaman mengenai pola hidup bersih dan langkah pencegahan penyakit menular. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian warga binaan.

Lapas Sekayu menargetkan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan. Program tersebut menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

“Guna memastikan kesehatan warga binaan tetap terjaga serta menciptakan lingkungan lapas yang aman,” tuturnya. Pemeriksaan rutin diharapkan mampu menekan risiko penyebaran penyakit.

Kolaborasi dengan fasilitas kesehatan daerah dinilai memperkuat layanan di lingkungan lapas. Upaya tersebut juga mendukung pengawasan kesehatan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....