Lingkar Pertemanan Jadi Pemicu, Kasus Narkoba di Palembang Meningkat.

  • 16 Apr 2026 10:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Lingkar pertemanan menjadi pintu masuk utama penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan dewasa muda. Pola ini kerap terjadi melalui ajakan sederhana yang berujung pada ketergantungan.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan mencatat modus tersebut dalam kegiatan penyuluhan. Ajakan nongkrong sering disertai tawaran zat berbahaya dengan berbagai alasan sehingga korban sulit menolak.

Tekanan sosial dalam pergaulan membuat banyak orang terjerumus tanpa menyadari risiko yang dihadapi. Keinginan untuk diterima dalam kelompok sering kali mengalahkan pertimbangan rasional individu.

Asisten Konselor Adiksi RS Ernaldi Bahar Palembang Leo Algoritma menyampaikan kondisi tersebut saat menjadi narasumber Dialog Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi (Sanksi) di PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 15 April 2026. Ia menyebut kondisi kasus narkoba di tempat rehabilitasi saat ini cukup memprihatinkan.

“Kasus narkoba di tempat rehabilitasi sangat luar biasa, bahkan terkadang sudah penuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan kelompok usia paling dominan yang terjerat penyalahgunaan narkoba berada pada rentang 20 hingga 30 tahun. Kelompok usia produktif ini dinilai paling rentan terhadap pengaruh lingkungan.

“Usia yang paling banyak kami tangani saat ini berada di rentang 20 sampai 30 tahun,” tuturnya.

Mayoritas pasien yang menjalani rehabilitasi merupakan pengguna sabu-sabu yang masih mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan langkah pencegahan di masyarakat.

“Kebanyakan pasien yang menjalani rehabilitasi di RS Ernaldi Bahar adalah pengguna sabu-sabu,” ujarnya.

Leo mengungkapkan salah satu ciri yang mudah dikenali dari pengguna narkoba adalah penurunan berat badan secara drastis. Perubahan perilaku juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai oleh lingkungan sekitar.

“Ciri yang paling terlihat biasanya badan turun drastis, disertai perubahan perilaku,” tuturnya.

Ia menambahkan faktor stres dan lemahnya kontrol diri turut memicu penyalahgunaan narkoba sehingga seseorang mudah terpengaruh lingkungan negatif. Kondisi ini perlu diantisipasi melalui penguatan ketahanan diri.

Masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan meningkatkan kesadaran diri. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba.

Pecandu narkoba dipandang sebagai korban yang perlu direhabilitasi secara medis dan sosial. Masyarakat diminta tidak mengucilkan, tetapi mendorong pelaporan melalui lembaga berwenang.

Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ketergantungan terjadi. Lingkungan yang sehat menjadi kunci melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....