PTSD Jadi Ancaman Nyata, Psikiater Beberkan Gejala dan Penanganannya

  • 12 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Tidak semua luka terlihat dari luar. Sebagian orang membawa luka di pikiran dan perasaan akibat peristiwa traumatis yang pernah dialami. Kondisi ini dikenal sebagai Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD, yaitu gangguan stres pasca trauma.

Psikiater dan sekaligus Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RS.Ernaldi Bahar Palembang, dr. Seiska Mega, pada saat Dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Palembang pada Jumat,10 April 2026 menjelaskan, PTSD merupakan kondisi gangguan mental yang muncul akibat pengalaman traumatis yang berdampak kuat terhadap kondisi psikologis seseorang. Ia menegaskan bahwa gangguan ini tidak serta-merta menghilangkan trauma, melainkan berkaitan dengan bagaimana seseorang merespons dan mengalami kembali peristiwa traumatis tersebut secara berulang.

Lebih lanjut, dr. Seiska menguraikan “bahwa salah satu gejala utama PTSD adalah munculnya ingatan berulang terhadap kejadian traumatis yang pernah dialami. Penderita kerap merasa seolah-olah kembali berada dalam situasi tersebut, sehingga memicu kecemasan, ketakutan, hingga gangguan emosional lainnya. Kondisi ini, menurutnya, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani secara tepat," ujarnya.

Ia juga menambahkan, terdapat panduan penanganan stres pascatrauma yang dapat membantu individu dalam mengelola kondisi tersebut, baik melalui pendekatan medis maupun psikologis. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan mental.

Penanganan PTSD biasanya melibatkan psikoterapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau EMDR, dan pada beberapa kasus didukung obat-obatan untuk mengurangi kecemasan dan depresi. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat berpengaruh pada proses pemulihan.

Jika gejala trauma mengganggu aktivitas sehari-hari lebih dari sebulan, sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Semakin cepat ditangani, peluang pulih semakin besar.

Masyarakat diimbau untuk tidak memberi stigma pada penderita PTSD. Mendengarkan tanpa menghakimi dan mengajak mencari bantuan profesional adalah langkah nyata membantu mereka pulih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....