Waspadai Kanker Tulang sejak Dini, Nyeri Ekstrem Jadi Gejala Utama
- 04 Apr 2026 05:44 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kanker tulang termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun dapat berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya. Penyakit ini muncul akibat pertumbuhan sel abnormal di jaringan tulang yang merusak struktur tulang normal.
Dokter Hendy Rachmat Primana, selaku Dokter Spesialis Ortopedi Dan Traumatologi Subspesialis Ortopedi Onkologi Dan Rekonstruksi dari RSMH Palembang pada saat Dialog Indonesia Sehat di PRO 1 RRI Palembang Jumat, 3 April 2026 menjelaskan, bahwa kanker tulang merupakan salah satu jenis kanker yang berasal dari sel-sel tulang yang mengalami perubahan abnormal hingga berkembang menjadi ganas. Ia menegaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak.
“Gejala yang sering muncul biasanya berupa benjolan pada area tulang, terutama di bagian tungkai seperti kaki kanan atau kiri. Selain itu, dapat disertai nyeri hebat dan pembuluh darah di sekitar area tersebut tampak lebih menonjol,” jelasnya.
Kanker tulang terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain osteosarkoma yang sering menyerang remaja dan dewasa muda, kondrosarkoma yang lebih umum pada usia dewasa, serta sarkoma Ewing yang tumbuh di jaringan tulang dan sekitarnya. Penanganan meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi, dengan pilihan tindakan disesuaikan pada lokasi dan stadium kanker.
Ia juga menambahkan bahwa nyeri akibat kanker tulang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan nyeri biasa. “Tingkat nyerinya bisa sangat tinggi, bahkan mencapai skala 10 dari 10. Nyeri ini tidak hilang seperti nyeri otot, justru cenderung menetap dan semakin berat,” ujarnya.
Untuk memastikan diagnosis, dr. Hendy menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan medis seperti rontgen sebagai langkah awal deteksi. Pemeriksaan ini dinilai efektif untuk melihat adanya kelainan pada struktur tulang.
Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, peluang pasien kanker tulang untuk sembuh dan kembali beraktivitas semakin besar. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....