Konseling Individu dan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Pecandu Narkoba
- 03 Apr 2026 11:09 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Meski berbagai upaya pencegahan dan penindakan terus dilakukan, kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya masih ditemukan di berbagai daerah, menyasar beragam usia dan latar belakang.
Novryansyah Perawat Ahli Madya Sekaligus Konselor Adiksi RS Ernaldi Bahar menegaskan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi dan menjadi tantangan serius di bidang kesehatan mental. “Masih banyak penyalahgunaan narkoba, dan di RS Ernaldi Bahar sendiri sudah cukup banyak pasien dengan kasus kecanduan,” ujarnya pada saat Dialog Program Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi (SANKSI) di PRO RRI Palembang, Rabu 1 April 2026.
| Baca juga: Fandy Ingatkan Remaja Pilih Circle Positif |
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengubah stigma terhadap pecandu narkoba. “Narkoba itu sangat berbahaya bagi pencandu, tetapi mereka bukan sampah. Mereka masih bisa sembuh jika mendapatkan penanganan yang tepat,” tegas Novryansyah.
Dalam praktik konseling, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada larangan, tetapi juga kesadaran diri pasien. “Kami biasanya menggali ke pasien, saat menggunakan itu apakah lebih banyak senang atau justru ruginya. Dari situ mereka mulai sadar,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa faktor pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap awal mula seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Banyak kasus terjadi karena lingkungan pergaulan yang tidak sehat,” tambahnya.
Penanganan narkoba tidak bisa hanya lewat penindakan. Edukasi sejak dini, peran keluarga, dan dukungan lingkungan sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus.
Program pencegahan kini gencar dilakukan di sekolah, kampus, dan komunitas, dengan menekankan bahaya narkoba bagi kesehatan fisik, mental, serta masa depan pengguna. Sementara itu, pusat-pusat rehabilitasi terus diperkuat agar pecandu mendapat pendampingan medis dan psikologis yang memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....