Narsistik dan NPD ternyata Berbeda, Ini Penjelasannya

  • 31 Mar 2026 00:46 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Istilah narsistik sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang gemar tampil, percaya diri tinggi, atau suka mencari perhatian. Tidak jarang, label ini diberikan secara sembarangan tanpa memahami makna sebenarnya.

Padahal, narsistik dalam konteks psikologi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD). Kesalahpahaman ini bisa berdampak pada cara kita menilai orang lain, bahkan bisa menimbulkan stigma yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara sifat narsistik yang masih wajar dengan kondisi NPD yang merupakan gangguan mental.

Mengutip dari laman empower.amartha.com secara umum, sifat narsistik merujuk pada kecenderungan seseorang untuk merasa bangga pada dirinya sendiri, percaya diri, dan ingin diakui. Dalam batas tertentu, sifat ini masih dianggap normal dan bahkan bisa membantu seseorang dalam membangun kepercayaan diri.

Namun, berbeda halnya dengan narcissistic personality disorder (NPD) yang merupakan gangguan kepribadian. NPD ditandai dengan pola perilaku yang berlebihan, seperti merasa diri paling hebat, membutuhkan pujian terus-menerus, serta kurang memiliki empati terhadap orang lain.

Seseorang dengan NPD biasanya memiliki rasa superioritas yang tinggi dan cenderung menganggap dirinya lebih penting dibanding orang lain. Mereka juga sering kali sulit menerima kritik dan mudah tersinggung ketika tidak mendapatkan pengakuan yang diharapkan. Selain itu, penderita NPD juga menunjukkan kurangnya empati, sehingga sulit memahami perasaan orang lain. Hal ini dapat memengaruhi hubungan sosial, baik dalam lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang dengan kecenderungan narsistik biasa masih dapat berfungsi dengan baik dan memiliki hubungan sosial yang sehat. Namun, pada NPD, perilaku tersebut sudah mengganggu kehidupan sosial dan emosional secara signifikan.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua orang yang terlihat percaya diri atau suka tampil dapat langsung dikategorikan sebagai penderita NPD. Diagnosis NPD harus dilakukan oleh tenaga profesional di bidang kesehatan mental.

Untuk menyikapi orang dengan kecenderungan narsistik, disarankan untuk tetap menjaga batasan, bersikap tegas, dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku mereka. Jika menghadapi individu dengan indikasi NPD, pendekatan yang lebih bijak dan profesional sangat diperlukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....