Pulang Mudik Malah Merasa Hampa? Waspada Fenomena 'Post Lebaran Blues'
- 26 Mar 2026 08:47 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Hangatnya momen menyantap malbi dan pindang bersama keluarga besar ketika libur lebaran seringkali meninggalkan rasa rindu yang mendalam saat kita harus kembali ke rutinitas. Fenomena ini dikenal sebagai Post Lebaran Blues, kondisi di mana muncul rasa lesu, sedih, hingga kehilangan motivasi setelah masa libur lebaran yang meriah berakhir.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, kondisi ini dipicu oleh perubahan hormon kebahagiaan yang turun drastis saat ritme hidup kembali normal. Kemenkes mengingatkan bahwa rasa hampa yang muncul usai keriuhan lebaran sebaiknya tidak diabaikan karena bisa memengaruhi kesehatan mental jika dibiarkan berlarut-larut.
Wajar jika hati terasa berat saat harus menukar waktu santai di tepian Sungai Musi dengan tumpukan tugas kantor atau tumpukan buku di meja belajar. Perubahan ritme harian yang mendadak dari mode istirahat ke mode produktif seringkali membuat fisik dan pikiran merasa "kaget" secara instan.
Untuk mengatasinya, cobalah memberi jeda waktu setidaknya satu hari di rumah sebelum benar-benar terjun kembali ke aktivitas sekolah, kampus, atau pekerjaan. Waktu transisi ini sangat penting untuk memulihkan energi fisik dan menata kembali mental agar lebih siap menghadapi kesibukan keesokan harinya.
Memulai kebiasaan kecil seperti berolahraga ringan atau sekadar berjalan santai di area Jakabaring atau Kambang Iwak bisa membantu tubuh memproduksi hormon alami penenang suasana hati. Selain itu, mulailah membatasi asupan makanan bersantan dan kembali ke pola makan sehat demi menjaga kebugaran tubuh setelah sepekan penuh berwisata kuliner.
Jangan ragu untuk berbagi cerita seru atau membawa sedikit oleh-oleh khas daerah untuk dinikmati bersama teman sekolah atau rekan sejawat sebagai bentuk pelepasan rindu. Menjaga koneksi sosial di lingkungan sekitar akan membuat suasana transisi dari suasana kekeluargaan di kampung menjadi terasa lebih hangat dan tidak sepi.
Namun, apabila rasa cemas atau malas yang ekstrem ini tidak kunjung hilang setelah dua minggu, ada baiknya Anda mencari teman cerita yang tepercaya. Menyadari keterbatasan diri dan memvalidasi perasaan adalah langkah bijak agar semangat dalam menjalani hari-hari biasa di Palembang bisa segera pulih kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....