Psikolog: Pola Asuh Minim Ekspresi Hambat Anak

  • 19 Mar 2026 14:13 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pola asuh orang tua yang tidak memberi ruang ekspresi dapat menghambat perkembangan psikologis anak sejak dini. Kondisi ini membuat anak kesulitan membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki.

Psikolog klinis Ilwan Mulyawan menegaskan peran keluarga sangat menentukan pembentukan karakter anak dalam dialog Indonesia Sehat PRO 1 RRI Palembang, Jumat 13 Maret 2026. Ia menilai pola asuh menjadi fondasi utama dalam perkembangan mental anak.

“Pola asuh yang tidak memberi ruang ekspresi membuat anak tidak percaya diri. Anak juga akan kesulitan mengembangkan potensi dan kemampuan dirinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan anak yang tidak memiliki ruang berekspresi cenderung tumbuh menjadi pribadi tertutup dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut membuat anak sulit beradaptasi dengan tekanan sosial di lingkungan sekolah maupun pergaulan.

Menurut Ilwan, kemampuan menghadapi masalah pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak yang masih berkembang. Orang dewasa dinilai lebih rasional dalam memahami situasi dan mengambil keputusan.

“Pada orang dewasa, pola pertahanan diri cenderung lebih rasional. Mereka mampu melihat masalah secara realistis dan menyelesaikannya dengan lebih cepat,” tuturnya.

Ia menambahkan orang dewasa mampu membedakan perilaku baik dan buruk dalam berbagai situasi yang dihadapi. Kemampuan tersebut membantu mereka memahami kondisi secara lebih cepat dan tepat.

Sebaliknya, anak sering merasa tidak berdaya saat menghadapi tekanan sosial di lingkungannya. Mereka juga belum mampu berpikir rasional dalam menyikapi persoalan yang dialami.

Ilwan menyebut remaja menjadi kelompok usia yang cukup rentan terhadap tindakan perundungan. Namun, setiap anak memiliki proses perkembangan psikologis yang berbeda sesuai lingkungan dan pengalaman.

Dampak perundungan dapat memengaruhi kondisi mental anak dalam jangka panjang. Korban berpotensi mengalami trauma hingga gangguan stres pascatrauma yang serius.

Selain itu, korban perundungan juga berisiko berubah menjadi pelaku di kemudian hari. Perilaku tersebut sering muncul dalam lingkungan terdekat seperti keluarga atau pertemanan.

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang terbuka dan mendukung anak. Dukungan tersebut dinilai mampu membantu anak tumbuh percaya diri dan sehat secara psikologis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....