Memahami Tahapan Duka untuk Menjaga Kesehatan Mental

  • 08 Feb 2026 17:20 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kehilangan orang tercinta menjadi pengalaman emosional berat yang berdampak langsung pada kesehatan mental seseorang. Setiap individu menghadapi duka dengan cara berbeda bergantung kondisi psikologis dan dukungan lingkungan.

Sejumlah kajian menyebutkan kesedihan memiliki tahapan umum yang sering dialami individu berduka. Informasi tersebut dikutip dari laman Hermina Hospitals terkait kesehatan mental.

Lima tahapan kesedihan meliputi penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, serta penerimaan kenyataan hidup. Tahapan tersebut tidak selalu berurutan dan dapat dialami secara berbeda.

Konsep tahapan duka diperkenalkan psikiater Swiss-Amerika Elisabeth Kübler-Ross pada 1969. Teori tersebut dimuat dalam bukunya On Death and Dying.

Tahap penyangkalan muncul sebagai mekanisme perlindungan dari rasa sakit emosional yang mendalam. Setelahnya kemarahan dapat muncul dan diarahkan kepada diri sendiri atau keadaan sekitar.

Tahap tawar-menawar ditandai harapan situasi berubah meski bertentangan dengan kenyataan. Tahap depresi ditandai kesedihan mendalam serta menurunnya minat dan energi hidup.

Tahap penerimaan menjadi fase individu mulai berdamai dengan kenyataan kehilangan yang dialami. “Penerimaan bukan melupakan kehilangan tetapi belajar hidup berdampingan dengan duka,” tuturnya.

Para ahli menekankan pentingnya menjalani setiap tahapan secara sehat dan sadar emosional. Dukungan keluarga sahabat serta tenaga profesional sangat membantu pemulihan mental berkelanjutan.

Kesedihan berkepanjangan yang mengganggu aktivitas harian perlu mendapat perhatian profesional segera. Proses berduka bukan kelemahan melainkan pengalaman manusiawi yang memerlukan waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....