Terobosan Penelitian Spanyol Buka Peluang Pengobatan Kanker Pankreas
- 30 Jan 2026 14:16 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penelitian kanker pankreas dari Spanyol memunculkan harapan baru melalui terapi kombinasi obat. Dalam uji laboratorium, tumor pankreas pada tikus dapat dihilangkan sepenuhnya.
Hasil riset tersebut dilaporkan oleh The New Times berdasarkan publikasi ilmiah terbaru. Studi ini dimuat pada Selasa, 27 Januari dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Penelitian dilakukan oleh sekelompok ilmuwan yang bekerja di Spanish National Cancer Research Centre atau CNIO. Lembaga ini dikenal sebagai pusat riset kanker yang menekankan pendekatan molekuler dan genetika.
Sementara itu, Times Now menyoroti sosok di balik riset tersebut, yakni Dr. Mariano Barbacid. Ia merupakan ilmuwan senior asal Spanyol yang memimpin langsung penelitian ini.
Menurut laporan Times Now, Dr. Barbacid memiliki rekam jejak panjang dalam studi genetika kanker. Ia termasuk peneliti awal yang mengungkap peran gen tertentu dalam perkembangan sel kanker agresif.
Tim yang dipimpin Barbacid selama bertahun-tahun meneliti mutasi gen yang sulit ditangani dengan terapi konvensional. Pendekatan tersebut menjadi landasan strategi kombinasi obat dalam riset terbaru ini.
Penelitian ini secara khusus menargetkan kanker pankreas jenis pankreatik duktal adenokarsinoma. Jenis kanker ini dikenal paling mematikan dan sering terdeteksi pada stadium lanjut.
Dalam percobaan yang dilaporkan The New Times, seluruh tikus yang menerima terapi kombinasi menunjukkan hilangnya tumor. Sebagian hewan percobaan tetap dalam kondisi bebas kanker selama lebih dari 200 hari setelah pengobatan dihentikan.
Pendekatan pengobatan dilakukan dengan menyerang beberapa jalur utama pertahanan sel kanker secara bersamaan. Strategi ini mencegah kanker mencari jalur alternatif untuk bertahan hidup.
Meski hasilnya dinilai menjanjikan, para peneliti menegaskan riset masih berada pada tahap praklinis. Uji lanjutan tetap diperlukan sebelum terapi dapat dikembangkan untuk penggunaan pada manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....