Palembang Gencarkan Vaksinasi DBD Gratis untuk 5.000 Anak
- 14 Jan 2026 22:54 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang menggencarkan program vaksinasi DBD gratis bagi 5.000 anak sekolah. Program dibahas dalam audiensi Tim DEN 401 FK Unsri pada Rabu 14 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue di Palembang. Kolaborasi terjalin antara FK Unsri dan Pemerintah Kota Palembang.
Vaksin DBD diberikan gratis kepada 5.000 anak usia sekolah dasar. Selama ini vaksin hanya tersedia di rumah sakit swasta dengan biaya tinggi.
Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim menyambut baik inisiatif FK Unsri tersebut. “Kegiatan ini harus didukung dan disukseskan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut mendukung program “Palembang Sehat” Pemerintah Kota Palembang. Mewujudkan penguatan layanan kesehatan anak.
Ia menekankan pentingnya sinergi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Sosialisasi dinilai penting agar program menjangkau seluruh masyarakat.
Ketua Tim DEN 401 FK Unsri dr. Ariesti Karmila menjelaskan vaksin DBD masih bersifat berbayar. “Vaksin ini sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit swasta,” katanya.
FK Unsri menerima hibah vaksin sebanyak 5.000 dosis untuk anak sekolah. “Alhamdulillah vaksin ini bisa kami distribusikan gratis,” tuturnya.
Program vaksinasi dilaksanakan di 60 sekolah dalam wilayah 10 Puskesmas. Penentuan lokasi berdasarkan data insiden DBD tertinggi dari Pemkot.
Sasaran vaksinasi adalah anak usia 6 hingga 10 tahun. Kelompok usia ini dinilai paling rentan terinfeksi DBD.
dr. Ariesti menyebut vaksin juga dapat diberikan kepada orang dewasa. Namun prioritas diberikan kepada anak-anak sebagai kelompok terdampak.
“Kegiatan ini sudah dimulai sejak akhir November 2025 dan berjalan lancar,” ujarnya. Tim juga memantau keamanan dan efektivitas vaksin.
Masyarakat di luar sasaran dapat mengakses vaksin di rumah sakit swasta. Biaya vaksin sekitar Rp700.000 per suntikan dan memerlukan dua dosis.
“Kami bersyukur Palembang mendapat bantuan vaksin gratis,” katanya. Tidak semua daerah memiliki kesempatan serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....