Pentingnya Kualitas Air Bersih untuk Cegah Stunting
- 16 Des 2024 11:53 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang:Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada balita mencapai 30,8%, yang berarti hampir satu dari tiga anak di Indonesia mengalami hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Salah satu faktor kunci yang sering diabaikan adalah kualitas air bersih, yang berperan penting dalam mencegah stunting. Konsumsi air yang terkontaminasi bakteri patogen, seperti Escherichia coli, meningkatkan risiko diare kronis pada anak, yang berkontribusi pada kekurangan gizi.
Menurut WHO, diare menjadi salah satu penyebab utama malnutrisi pada balita, terutama di negara berkembang. Anak-anak yang sering mengalami diare tidak hanya menyebabkan kehilangan cairan tubuh tetapi juga mengurangi penyerapan nutrisi penting, seperti zat besi, zinc, dan vitamin. sehingga tubuh mereka tidak mampu tumbuh dengan optimal. Selain itu, sanitasi yang buruk dan kurangnya akses ke fasilitas mencuci tangan dengan sabun memperburuk risiko infeksi.
Ahli Kesehatan dan Kedokteran Universitas Sriwijaya, Dr dr Siti Sarahdeaz FP M Biomed, memaparkan, paparan terhadap air yang tidak higienis berlangsung lama dapat menyebabkan peradangan usus yang berulang.
"Peradangan ini merusak kemampuan usus untuk menyerap nutrisi, bahkan ketika anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Peradangan usus yang berlangsung lama sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas tetapi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak," ungkapnya.
Kualitas air bersih bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi juga investasi kesehatan untuk mencegah stunting. Dengan menekankan akses air bersih dalam program kesehatan nasional, dapat secara signifikan menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat. Sebagai bagian dari upaya ini, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....