Minat Baca Warga Sumsel Rendah, Pelajar Lebih Pilih Game Online

  • 02 Des 2023 09:58 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang : Minat membaca buku masyarakat Sumatra Selatan dinilai masih rendah. Di kalangan pelajar dan mahasiswa, mereka lebih memilih bermain game.


"Banyak diantara siswa dan mahasiswa hanya fokus pada permainan game online, bahkan ada yang terjebak dengan judi online. Ini adalah permasalahan bangsa kita," ungkap Pengamat Pendidikan Sumatra Selatan Dr. Suherman, S.Pd.,M.Pd saat menjadi narasumber dalam dialog melalui RRI Programa satu Palembang, Kamis (23/11/2023).


Suherman mengatakan justru dengan kemajuan teknologi informasi seharusnya memudahkan pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi. Namun sebaliknya, tak sedikit yang terlena hingga akhirnya kecanduan permainan online.


"Kalau sekarang kan mudah ada google, seharusnya lebih muda, tapi yang menjadi dilema saat ini adalah keenganan dari siswa atau mahasiswa itu sendiri dalam membaca," katanya.


Upaya meningkatkan minat baca dengan mendirikan perpustakaan keliling juga dinilai belum efisien. Mobilitas Pojok baca atau perpustakaan keliling itu masih terbatas.


"Pojok baca kadang tidak konsisten seperti pojok baca di stadion Jakabaring. Kalau minggu ini ada, minggu depan tidak ada, ini menjadi persoalan," tambahnya.


Sehingga untuk meningkatkan minat literasi dibutuhkan bimbingan internal keluarga seperti orang tua. Peran orang tua menjadi penting agar anak-anak tidak terjerat dalam candu permainan online yang terkadang sarat dengan adegan kekerasan.


"Minat baca ini perlu ditanamkan pada diri anak anak kita, dan ini bukan hanya tugas dari pihak sekolah, tapi juga orang tua, sekarang ini adakah orang tua yang membawa anak membeli buku ke toko buku atau membaca buku itu, tidak ada. Jadi artinya peningkatan minat baca merupakan dorongan orang tua dan keluarga," jelas akademisi tersebut.


Sementara Ketua Forum Guru Literasi Sumsel itu Syafril mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini mengalami darurat literasi, menyusul minimnya minta membaca di kalangan anak-anak.


Menurutnya, untuk mengikuti perkembangan zaman, tenaga pendidik atau guru saat ini juga dituntut untuk terus meningkatkan pengusaaan di bidang teknologi informasi.


"Guru harus melek teknologi jangan sampai kalah dengan siswa," katanya.


Dari sisi keluarga, penggunaan gawai harus didampingi oleh orang tua sehingga mereka bisa mengawasi aktivitas digital anak-anak. Sementara pihak sekolah, juga ikut mendorong dengan menciptakan suasana yang ramah bagi pelajar untuk meningkatkan literasi.


"Para guru kembali menyemangati anak-anak dalam membaca, apa lagi sekarang mudah, membaca tak perlu cari-cari buku, tinggal E-Book saja kan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....