Terapkan Kombinasi Inovasi, PEP Prabumulih Field Hasilkan Minyak 5.605 BOPD
- 02 Okt 2026 13:38 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PEP Prabumulih Field mengembangkan Sumur GNK-114 dengan menggabungkan teknologi batch drilling dan metoda dual completion untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Pada uji alir awal 27-28 September 2026, sumur di Struktur Gunung Kemala, Prabumulih menunjukkan potensi produksi minyak 5.605,68 BOPD dan gas 2,96 MMSCFD dalam kondisi open flow.
- Kombinasi inovasi ini memberikan hasil positif bagi Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 dalam operasional lapangan migas Hulu Rokan.
RRI.CO.ID, Prabumulih- PEP Prabumulih Field mengembangkan Sumur GNK- 114 dengan mengombinasikan inovasi batch drilling dengan metoda dual completion. Kombinasi inovasi itu memberikan hasil yang manis bagi Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4).
Pada uji alir awal (initial flow test) 27 dan 28 September 2026, sumur yang berada di Struktur Gunung Kemala, Kota Prabumulih itu menunjukkan potensi produksi. Potensi minyak 5.605,68 BOPD dan gas 2,96 MMSCFD pada kondisi open flow.
General Manager PHR Zona 4 Heru Irianto mengatakan hasil ini menambah kontribusi PHR Zona 4 dalam mendukung ketahanan energi nasional. Menurutnya perpaduan batch drilling dan dual commingle completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 merupakan bagian dari semangat perusahaan.
“Perusahaan terus mencapai target dengan menghadirkan inovasi dalam operasional hulu migas. Bagi kami, inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan energi secara efisien; efektif dan andal dengan safety menjadi faktor utama dalam setiap pekerjaan," ujarnya dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Kamis 1 Oktober 2026.
Heru menjelaskan batch drilling adalah teknik pengeboran sumur menggunakan rig yang dapat berpindah antar sumur dalam satu lokasi tanpa perlu membongkar dan memasang kembali peralatan. Teknik ini memungkinkan pengeboran beberapa sumur yang lokasinya berdekatan dilakukan secara bersamaan.
“Dengan demikian, pengeboran bisa dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan tetap menjaga keselamatan kerja. Selama ini metode rig yang digunakan berpinda dari satu sumur ke sumur lainnya dengan membongkar dan memasang ulang,” rinci Heru.
Heru menyebut batch drilling baru diterapkan di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field tahun ini. Melalui teknologi tersebut, pengeboran Sumur GNK-114 dilakukan bersamaan dengan empat sumur lainnya yang berdekatan, yaitu GNK-PD66, GNK-PD65, GNK-PD68, GNK-PD79.
Khusus di Sumur GNK-114, PHR Zona 4 memadukannya dengan dual completion. Dual Completion merupakan inovasi optimasi subsurface yang memungkinkan sebuah sumur dapat memproduksikan dua lapisan reservoir dalam waktu bersamaan.
Berkat dual completion, PHR Zona 4 dapat memproduksikan lapisan TAF-K1 dan lapisan TAF C series (TAF-C1 dan TAF-C2) hanya melalui satu sumur, yaitu GNK-114. Penerapan metode ini memangkas waktu sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas.
Heru memastikan pencapaian ini akan berkontribusi pada pencapaian target produksi PHR Zona 4.Tahun ini, PHR Zona 4 ditarget menyentuh angka produksi minyak 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD.
“Meski begitu, keberhasilan di GNK-114 tidak membuat PHR Zona 4 berpuas diri. Perusahaan migas itu terus menerapkan berbagai inovasi demi mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Manager Subsurface and Development Area 2 PHR Zona 4 Chandra Mustofa Eka menambahkan GNK-114 merupakan sumur pilot untuk melaksanakan arahan SKK Migas menerapkan batch drilling dan dual completion di Gunung Kemala. Penerapan Dual completion dengan strategi komplesi long string di lapisan K1 dan komplesi short string commingle pada lapisan C1 dan C2.
“Penerapan kombinasi menggunakan strategi long string da short string. Kami akan mengevaluasi pencapaian ini dan mengkaji peluang mereplikasi penerapan teknologi serupa di sumur-sumur lainnya," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....