Pertamina EP Prabumulih Ubah Limbah Sabut Kelapa

  • 14 Sep 2026 18:13 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pertamina EP Prabumulih Field mengembangkan inovasi OSEKA yang memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi peralatan penanggulangan tumpahan minyak (oil spill equipment).
  • Inovasi OSEKA memperkuat kesiapsiagaan operasi Pertamina EP Prabumulih Field sekaligus menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  • Pertamina EP Prabumulih Field merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, yang juga dikenal sebagai Pertamina Hulu Rokan Zona 4.

RRI.CO.ID, Prabumulih - Pertamina EP Prabumulih Field memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi peralatan penanggulangan tumpahan minyak (oil spill equipment/OSE). Pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bentuk inovasi yang bernilai guna Bernama OSEKA (Oil Spill Equipment Sabut Kelapa).

Inovasi yang dilakukan Pertamina EP Prabumulih Field memperkuat kesiapsiagaan operasi sekaligus menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan. Pertamina EP Prabumulih Field merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4).

OSEKA diproduksi dalam tiga jenis, yakni absorbent pad, oil boom, dan serbuk yang memanfaatkan sabut kelapa sebagai material utama. Sabut kelapa dinilai memiliki daya serap tinggi sehingga dinilai cocok untuk mendukung kebutuhan penanganan tumpahan minyak dalam kegiatan operasi hulu migas.

Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Eko Bagus Wibowo, mengatakan inovasi tersebut termotivasi perusahaan dalam menghadirkan solusi baru tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

“Semangat inovasi Pertamina EP Prabumulih Field terus menyala seiring kewajiban kami memenuhi pasokan energi. OSEKA tidak hanya menjawab persoalan limbah sabut kelapa, tetapi juga menjadi solusi baru ramah lingkungan untuk kebutuhan operasi hulu migas yang andal,” ujar Eko dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Minggu 13 September 2026.

Eko menceritakan OSEKA berawal dari aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasi yang memanfaatkan buah kelapa, namun belum sepenuhnya mengelola limbah sabut yang dihasilkan. Kondisi tersebut kemudian dilihat Pertamina EP Prabumulih Field sebagai peluang untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

“Sejak April 2026, perusahaan mulai melakukan pengembangan dan serangkaian uji coba pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan dasar OSE. Setelah melalui proses riset, inovasi tersebut akhirnya mampu menghasilkan produk OSEKA yang dapat digunakan dalam mendukung penanggulangan tumpahan minyak,” ungkapnya.

Tak hanya memanfaatkan limbah, OSEKA juga menawarkan keunggulan dari sisi biaya. Harga pembuatannya disebut hanya sekitar Rp14.500 per buah, lebih ekonomis dibandingkan OSE yang biasa digunakan di industri migas.

Keunggulan lainnya terletak pada aspek penggunaan ulang. OSEKA dapat digunakan kembali hingga enam kali, sedangkan OSE konvensional pada umumnya hanya digunakan sekali.

Ke depan, Pertamina EP Prabumulih Field berencana meningkatkan produksi OSEKA dengan melibatkan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketersediaan peralatan penanggulangan tumpahan minyak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin OSEKA menjadi wujud kehadiran Pertamina EP Prabumulih Field yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa bahkan membuka peluang ekonomi baru,” pungkas Eko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....