Benarkah Rambut Warna-Warni Berkaitan dengan Depresi?
- 14 Sep 2026 08:20 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Studi melibatkan lebih dari 14 ribu pengguna layanan hubungan online.
- Rambut warna tidak alami dikaitkan dengan depresi dan kondisi emosional tertentu.
- Peneliti menegaskan hasilnya menunjukkan korelasi, bukan bukti bahwa warna rambut menyebabkan depresi.
RRI.CO.ID, Palembang - Sebuah studi menyoroti hubungan antara pilihan warna rambut dan kondisi kesehatan mental seseorang. Penelitian ini diterbitkan dalam Psychreg Journal of Psychology dan melibatkan lebih dari 14 ribu pengguna layanan hubungan online.
Studi tersebut menemukan adanya kaitan antara warna rambut tidak alami dengan sejumlah indikator kesehatan mental. Warna yang dimaksud antara lain biru, hijau, merah muda, dan ungu.
Para peneliti mengamati bahwa kelompok dengan warna rambut tidak konvensional lebih sering menunjukkan tanda-tanda depresi. Kelompok tersebut juga dilaporkan memiliki kecenderungan terkait ketidakstabilan emosional dan masalah kesehatan mental sebelumnya.
Dalam penelitian ini, peneliti turut mempertimbangkan sejumlah faktor yang mungkin memengaruhi hasil. Beberapa di antaranya adalah usia, gender, keyakinan politik, serta karakteristik lain dari peserta.
Setelah dilakukan penyesuaian terhadap berbagai faktor tersebut, hubungan antara warna rambut dan kondisi mental masih terlihat. Meski demikian, hasil penelitian tidak berarti bahwa warna rambut menjadi penyebab munculnya depresi.
Peneliti menekankan bahwa temuan tersebut hanya menunjukkan adanya korelasi antara dua hal yang diamati. Artinya, seseorang yang memiliki rambut berwarna tidak alami tidak otomatis mengalami depresi atau masalah kesehatan mental.
Temuan ini kemudian memunculkan berbagai perbincangan mengenai hubungan antara penampilan dan kondisi psikologis. Ekspresi diri, kepribadian, serta pengalaman seseorang juga menjadi bagian dari pembahasan yang berkembang.
Studi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pilihan penampilan dapat berkaitan dengan karakteristik psikologis tertentu. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan tersebut dan memastikan faktor-faktor yang mungkin berperan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....