FMIPA Unsri Kembangkan AI EL-SIBERUNG untuk Guru SLB Palembang

  • 23 Agt 2026 11:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • EL-SIBERUNG adalah platform pembelajaran digital yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa tunarungu yang berorientasi pada visual, bukan sekadar mengikuti tren digital.
  • Platform ini mengintegrasikan materi visual, video pembelajaran, media interaktif, dan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
  • EL-SIBERUNG memberikan guru lebih banyak pilihan dalam menyusun materi yang sesuai dengan cara peserta didik tunarungu mengolah informasi secara visual.

RRI.CO.ID, Palembang - Pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu, membutuhkan pendekatan visual dan interaktif yang presisi. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengembangkan EL-SIBERUNG (E-Learning Sistem Belajar Ramah Tuna Rungu), sebuah platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Platform ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas para pendidik yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus (KKG-PK) Zona Palembang. Peluncuran perdana digelar di SLB Negeri Pembina Palembang, Rabu, 6 Agustus 2026, yang diikuti jajaran pendidik dari berbagai sekolah luar biasa di wilayah Palembang dan sekitarnya, seperti SLB Negeri Hayza Nur Ilmi, SLB YPAC, SLB Negeri Banyuasin, hingga SLB OPI Jakabaring.

Pengembangan platform berbasis AI ini diinisiasi oleh tim akademisi Unsri yang diketuai Assoc. Prof. Dr. Anita Desiani, S.Si., M.Kom., bersama Prof. Dr. Yusuf Hartono, M.Sc., dan Assoc. Prof. Dian Palupi Rini, M.Kom., Ph.D. Program pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Ketua Tim Pengembang, Assoc. Prof. Dr. Anita Desiani, menegaskan, penerapan AI dalam dunia pendidikan khusus bukan sekadar gaya-gayaan mengikuti tren digital, melainkan upaya menjawab cara belajar siswa tunarungu yang sangat berorientasi pada visual.

“EL-SIBERUNG dikembangkan dengan mengintegrasikan materi visual, video pembelajaran, media interaktif, serta teknologi Artificial Intelligence (AI). Perpaduan ini memberi guru lebih banyak pilihan dalam menyusun materi yang sesuai dengan cara peserta didik mengolah informasi,” ujar Anita dalam siaran pers yang diterima RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Meski menghadirkan fitur canggih, Anita mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berdampak tanpa kesiapan pendidik di ruang kelas. Oleh karena itu, program ini tidak berhenti pada acara peresmian semata, melainkan dilanjutkan dengan pelatihan intensif hingga September 2026.

“Guru merupakan aktor penting dalam memastikan teknologi benar-benar memberi dampak di ruang kelas. Platform digital hanyalah alat. Kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan guru membaca kebutuhan peserta didik, menerjemahkannya ke dalam materi yang tepat, dan memanfaatkan teknologi secara kreatif,” tegasnya.

Selama periode pendampingan, para guru dibekali panduan teknis mengoperasikan e-learning, menyusun materi audio-visual yang komunikatif, hingga memanfaatkan AI untuk merancang modul mengajar yang adaptif.

Sinergi antara perguruan tinggi, Kemendiktisaintek, dan jaringan sekolah luar biasa ini diharapkan dapat menjadikan EL-SIBERUNG sebagai wadah berbagi praktik baik antar-pengajar, sekaligus memastikan inovasi teknologi dari kampus dapat dirasakan langsung dampaknya oleh para siswa di dalam kelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....