Untung Rugi Beli Smartwatch Berbahan Kualitas Tinggi dengan Rendah

  • 20 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Smartwatch atau jam pintar saat ini semakin mudah didapat karena harga yang terjangaku dipasaran. Bahkan jam yang memiliki banyak kemudahan fitur dibanderol hanya ratusan ribu rupiah.

Namun tahukah pembaca RRI.CO.ID banyak pengguna smartwatch akhirnya menyadari sebuah kenyataan pahit setelah satu tahun pemakaian. Mulai layar tergores parah, baterai yang tiba-tiba mati padahal indikator masih persen, atau strap yang putus dan aplikasinya tidak lagi mendapat pembaruan.

Berdasarkan situs laman techdaily , membeli jam tangan pintar dengan build quality (kualitas bahan) tinggi sebenarnya jauh lebih hemat untuk pemakaian 3 hingga 5 tahun. Mulai dari harga, kualitas bahan, hingga siklus baterai dibandingkan dengan smartwatch yang memiliki kualitas bahan rendah.

  • Dari Sisi Harga

Jam dengan kualitas bahan rendah di rentang harga ini menggunakan material plastik/polikarbonat standar. Kemudian baterai yang kapasitasnya akan menurun drastis (drop) di bulan ke-12 hingga ke-18.

Dalam kurun waktu 4,5 tahun, besar kemungkinan kamu harus mengganti jam tersebut sebanyak 3 kali. Mulai karena rusak atau baterainya sudah tidak layak pakai.

  • Kualitas Bahan

Sementara itu jam dengan kualitas bahan tinggi di kelas ini dirancang untuk bertahan minimal 5 hingga 8 tahun tanpa penurunan performa yang berarti. Dalam jangka panjang, biayanya nyaris sama, tapi kamu mendapatkan kenyamanan, keakuratan data, dan material mewah setiap harinya.

Kemudian dari sisi build quality (kualitas bahan), mari kita soroti material body berupa Titanium dan Stainless Steel. Jam tangan murah rentan retak saat terbentur meja atau tergores saat beraktivitas.

Sebaliknya, smartwatch berdaya tahan tinggi menggunakan bezel berbahan Stainless Steel murni atau bahkan Titanium yang sangat ringan namun tahan banting. Material ini memastikan mesin di dalamnya tetap aman meski dipakai di kondisi ekstrem sekalipun.

Pernah melihat layar smartwatch yang buram karena penuh goresan halus (baret)? Itu terjadi karena penggunaan kaca standar. Jam tangan yang dirancang untuk umur panjang biasanya sudah dilapisi kaca Sapphire, material terkeras kedua setelah berlian. Kamu bisa memakainya bertahun-tahun, dan layarnya akan tetap terlihat semulus hari pertama kamu membelinya.

  • Teknologi Layar Cerdas

Kemudian dari sisi eknologi Layar Cerdas (AMOLED & MIP). Selain panel AMOLED yang tajam, jam tangan premium yang fokus pada durabilitas biasanya memiliki opsi layar MIP (Memory in Pixel).

Layar MIP tetap menyala 24/7 (selalu terlihat) di bawah terik matahari, namun mengkonsumsi daya sangat-sangat kecil. Ini mencegah layar dari kerusakan burn-in (bayangan pada layar) yang sering terjadi pada panel murahan.

  • Siklus Baterai

Umur baterai lithium dihitung dari Siklus Pengisian Daya (Charge Cycle). Rata-rata baterai akan mulai drop setelah 300-500 siklus charge.

Untuk Smartwatch biasa, umumnya baterainya hanya tahan 1-2 hari. Artinya, kamu akan mengisinya sekitar 180 hingga 360 kali dalam setahun. Tidak heran di tahun kedua baterainya sudah rusak.

Sedangkan Smartwatch berdaya tahan tinggi mampu bertahan hingga 14 hari dalam sekali pengecasan. Artinya, kamu hanya menulisnya sekitar 26 kali dalam setahun! Dengan siklus serendah ini, kesehatan baterai (battery health) akan tetap prima meskipun usia jam sudah menginjak 4 atau 5 tahun.

  • Pembaruan Software Tanpa Biaya Terselubung

Di sinilah nilai investasi jam tangan premium terasa. Merek-merek ternama yang berfokus pada ketangguhan dan olahraga, seperti ekosistem yang ditawarkan Garmin diketahui rutin memberikan update software bertahun-tahun setelah jam dirilis. Fitur-fitur baru ditambahkan secara cuma-cuma, dan seluruh data kesehatanmu dapat diakses secara gratis selamanya tanpa ada biaya langganan (hidden fee).

Pada akhirnya, jam tangan pintar adalah investasi untuk kesehatan dan kemudahan hidupmu. Membeli jam murah yang harus terus-menerus diganti bukan hanya boros di kantong, tapi juga merugikan bumi karena menambah limbah elektronik.

Jika kamu ingin alat yang serius memantau detak jantung, tidur, dan aktivitasmu selama 3 hingga 5 tahun ke depan tanpa rewel, siapkan budget yang tepat dari awal. Carilah jam dengan material tangguh, sensor akurat, dan yang paling penting baterai yang awetnya mingguan, bukan harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....