Ratusan ASN Kemenag Sumsel Ikuti Bimtek EWS Deteksi Dini Konflik Keagamaan

  • 29 Jul 2026 07:44 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus meningkatkan kualitas pegawai dalam memperkuat kerukunan masyarakat. Salah satunya dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) "Si Rukun" yang diikuti 723 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Sumsel.

Daring itu diikuti secara daring pada Selasa 28 Juli 2026, sebagai bukti komitmen kuat Kemenag dalam memetakan, mendeteksi, serta memitigasi potensi konflik berdimensi keagamaan sejak dini. Dengan cara terintegrasi, demi menjaga iklim kedamaian di tengah masyarakat.

Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan menilai keberadaan sistem EWS Si Rukun memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang stabilitas dan kerukunan warga di daerah. Menurutnya, inovasi ini menjadi instrumen penting untuk mempertahankan Sumatera Selatan yang selama ini dikenal luas sebagai wilayah kondusif dengan predikat zero conflict maupun zero accident.

“Kemenag Sumsel mengapresiasi pelatihan EWS "Si Rukun" yang digelar pusat. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya penting mempertahankan Sumsel sebagai wilayah kondusif zero konflik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapus PKUB M. Adib Abdusshomad dalam arahannya menegaskan bahwa peran aktif ratusan ASN ini sangat vital karena kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. Fondasi itu sebagai kerukunan dan keamanan yang dapat menjadi investasi di masa mendatang.

“Mencegah itu jauh lebih penting daripada mengobati. Tanpa adanya kedamaian dan kerukunan, pembangunan yang sudah kita jalankan bisa hancur seketika akibat kerusuhan,” tegas Adib Abdusshomad.

Antusiasme 723 ASN Kemenag Sumsel dalam menguasai aplikasi "Si Rukun" diharapkan berdampak langsung pada ketenteraman publik. Sistem ini dirancang untuk membentengi masyarakat dari dinamika sosial di mana konflik kepentingan non-agama sering kali dibungkus dengan sentimen keagamaan (distorsi agama).

Melalui pemantauan intensif di tingkat dasar, potensi gesekan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak meluas menjadi eskalasi konflik di lapangan. Atas kesiapsiagaan tersebut, Kapus PKUB memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenag Sumsel atas langkah proaktif, responsif, dan inovatif.

“Saya sangat mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Sumsel yang sangat proaktif dan kreatif. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Kakanwil dan para Kakankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel,” puji Adib. (Humas Kemenag Sumsel).

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdusshomad. Turut hadir Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI, Adimin Diens.

Sementara dari jajaran Kanwil Kemenag Sumsel, hadir secara daring Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sumsel Ferry Suhaimi, serta para Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....