Kasus Putus Sekolah di Musi Banyuasin dan Ogan Ilir Tertinggi di Sumsel

  • 25 Jul 2026 07:18 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Alwis Gani mengungkapkan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan angka anak putus sekolah tertinggi di Sumsel. Daerah berikutnya menyusul Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Tingginya angka Anak Putus Sekolah (APS) di sejumlah daerah di Sumsel menjadi perhatian serius DPRD Sumsel. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama banyak anak gagal melanjutkan pendidikan, terutama saat memasuki jenjang SMA,” ungkap Alwis Gani, Jumat 24 Juli 2026.

Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 19 ribu anak di Muba tercatat putus sekolah dalam kurun tiga tahun terakhir. Angka tersebut merupakan akumulasi anak yang tidak melanjutkan pendidikan mulai dari jenjang SD ke SMP hingga SMP ke SMA.

Persentase terbesar terjadi saat transisi dari SMP ke SMA. Penyebab utamanya faktor ekonomi, kemudian disusul jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal siswa," rincinya.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, persoalan akses pendidikan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Masih banyak desa yang belum memiliki SMA maupun SMK sehingga siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk melanjutkan pendidikan.

Kondisi tersebut menurut Alwis semakin berat karena minimnya sarana transportasi dan keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga. Akibatnya, tidak sedikit siswa memilih berhenti sekolah.

Selain faktor ekonomi dan akses pendidikan, persoalan sosial juga ikut memengaruhi tingginya angka APS. “Sebagian anak perempuan memilih menikah di usia muda, sementara anak laki-laki lebih memilih bekerja membantu orang tua memenuhi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Alwis mengingatkan agar setiap kebijakan di sektor pendidikan tidak justru menjadi beban tambahan bagi masyarakat, termasuk terkait besaran iuran komite sekolah. “Kalau angka anak putus sekolah terus bertambah, beberapa tahun ke depan akan muncul persoalan sosial baru seperti pengangguran dan kriminalitas," tegasnya.

Sebagai langkah menekan angka anak putus sekolah, pemerintah saat ini mendorong pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Musi Banyuasin. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang tinggal di daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....