Pentas Seni Jadi Tolak Ukur Keberhasilan Program Gerakan Polsri Mengabdi

  • 24 Jul 2026 07:33 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gerakan Polsri Mengabdi (GPM) tidak hanya menghadirkan kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah binaan, tetapi juga menyiapkan berbagai program pengembangan diri sebagai tolok ukur keberhasilan pengabdian yang dilakukan selama satu periode.

Kepala Divisi Pendidikan GPM, Saniyah Nusratina, mengatakan konsep pembelajaran yang diterapkan dibuat interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.

"Pembelajaran kami dikemas secara interaktif sehingga anak-anak dapat belajar sambil berinteraksi dan tidak merasa bosan," katanya saat berbincang di Pro 4 RRI Palembang, Selasa,14 Juli 2026.

Menurut Saniyah, tujuan program tidak hanya sebatas memberikan pengajaran, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata pada kemampuan siswa. Karena itu, setiap akhir masa pengabdian akan digelar pentas seni sebagai bentuk evaluasi hasil pembelajaran.

"Melalui pentas seni kami dapat melihat perkembangan adik-adik. Yang sebelumnya belum berani tampil, menari, bernyanyi, atau berbicara di depan umum, setelah mengikuti pengajaran mereka mampu menunjukkan kemampuannya," ujarnya.

Saniyah menambahkan, sebelum diterjunkan ke sekolah binaan, seluruh anggota yang menjadi tenaga pengajar terlebih dahulu mengikuti pembekalan. Materi yang diberikan meliputi teknik mengajar, penyampaian materi, hingga metode menghadapi peserta didik.

“Selain materi akademik, GPM juga memberikan pembelajaran nonakademik seperti tari, menyanyi, dongeng, hingga pelatihan public speaking yang kemudian ditampilkan dalam pentas seni,” Jelasnya.

Sementara itu wakil Ketua Umum I GPM, Rico Adi Dwi Kalvani, mengatakan keberhasilan program juga diukur melalui dampak yang dirasakan sekolah dan masyarakat. Selain pengajaran, mahasiswa turut berencana membuat fasilitas pendukung seperti tempat pembuangan sampah untuk lingkungan sekolah binaan.

Dalam pelaksanaannya, GPM mengakui menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses menuju lokasi binaan hingga pengaturan tenaga pengajar setiap pekan. Untuk mengatasinya, pengurus menyusun jadwal mengajar dan transportasi secara terstruktur sebelum kegiatan berlangsung.

Ketua Umum Gerakan Polsri Mengabdi, Mauluddin Abu Salam menambahkan, keberlangsungan program juga didukung kerja sama dengan berbagai pihak melalui sponsorship, donasi terbuka, iuran anggota, serta program Gerakan Sehari Seribu (GSS) yang mengajak masyarakat menyisihkan seribu rupiah setiap hari untuk kegiatan sosial.

Dana dari GSS telah dimanfaatkan, antara lain untuk penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat setelah Idulfitri dan akan terus digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengabdian berikutnya.

Di akhir kesempatan, Mauluddin mengajak mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya untuk bergabung bersama GPM. Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pemecahan masalah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....