Polsri Tingkatkan Fasilitas Pendidikan Energi Surya Melalui Kemitraan Swiss

  • 22 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polsri menerima hibah Laboratorium PLTS melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam proyek RESD.
  • Hibah tersebut mendukung peluncuran Program Diploma Empat Spesialisasi Satu Tahun Energi Terbarukan.
  • RESD Fase II juga mencakup pengembangan kurikulum, pelatihan dosen, dan penguatan kemitraan industri.

RRI.CO.ID, Palembang - Politeknik Negeri Sriwijaya menerima hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Bantuan tersebut menjadi bagian penguatan sumber daya manusia dan ekosistem energi terbarukan di Pulau Sumatera.

Proyek RESD merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss dalam pengembangan keterampilan sektor energi terbarukan. Program tersebut melibatkan BPSDM ESDM, Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penyerahan hibah dilakukan GFA Consulting Group selaku pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Swiss untuk RESD, di Palembang, Selasa, 21 Juli 2026. Serah terima ditandai penandatanganan berita acara oleh Team Leader RESD, Dian Elvira Rosa, dan Direktur Polsri, Irawan Rusnadi.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran Program Diploma Empat Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan di Polsri. Program tersebut diharapkan memperkuat pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga ahli energi bersih yang kompeten.

Dian mengatakan, hibah laboratorium PLTS merupakan bentuk dukungan Swiss terhadap pengembangan energi terbarukan Indonesia. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung kebutuhan industri energi masa depan.

“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya. Ia berharap fasilitas tersebut mampu mencetak lulusan berdaya saing yang siap mendukung transisi energi nasional.

Sementara itu, Irawan mengatakan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih berkelanjutan. Menurutnya, dukungan laboratorium dan program studi baru memperkuat posisi Polsri sebagai pusat keunggulan.

“Sumatera Selatan bukan sekedar lumbung energi konvensional, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk beralih ke energi bersih," ucapnya. Ia menambahkan, Polsri siap yang mencetak tenaga ahli energi surya secara komprehensif dari tingkat sarjana terapan hingga magister.

Paket hibah yang diberikan meliputi peralatan solar PV portabel, panel surya rooftop ground mount dan pole mount serta perangkat keselamatan kerja. Fasilitas tersebut juga dilengkapi sarana pendukung pembelajaran untuk menunjang praktik mahasiswa secara langsung.

Laboratorium tersebut didukung sistem penyimpanan energi baterai yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung penguasaan teknologi penyimpanan energi pada sistem PLTS.

Selain pengadaan peralatan, RESD Fase II juga mendukung pengembangan kurikulum energi terbarukan berbasis industri. Dukungan tersebut mencakup pelatihan dosen, kuliah tamu, tracer study, dan evaluasi kurikulum berkala.

Sejak dimulai tahun 2020, RESD telah menghasilkan lebih dari 950 lulusan energi terbarukan kompeten. Program tersebut juga memperkuat kolaborasi industri serta meningkatkan kapasitas pendidikan vokasi energi terbarukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....