Johannes Agus Taruna: Kompetensi Kini Lebih Dicari daripada Ijazah

  • 24 Jun 2026 16:14 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dunia kerja kini lebih menekankan kompetensi dan keterampilan dibanding sekadar ijazah.
  • Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama.
  • Magang, praktik kerja lapangan, dan pendidikan kewirausahaan dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja.

RRI.CO.ID, Palembang - Paradigma pendidikan tidak lagi fokus pada perolehan Ijazah semata tapi lebih ke kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dijelaskan Johannes Agus Taruna Inovator Pendidikan Modern Sumatera Selatan dan Pendiri Institusi Pendidikan Berbasis Kewirausahaan ketika menjadi narasumber acara Indonesia Cerdas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Rabu 17 Juni 2026.

Johannes menerangkan selama ini Ijazah sering dijadikan syarat administrasi dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Namun setelah masuk tahapan seleksi mendalam, perusahaan cenderung menilai kemapuan nyata yang dimiliki pelamar.

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menjadi salah satu indikator kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Banyak lulusan yang punya Ijazah tinggi tapi belum mampu memenuhi tuntutan perusahaan.

"Masalah terkadang bukan pada Ijazahnya tetapi apakah kualitas lulusan mampu menjawab kebutuhan industri kerja saat ini," tegas Johannes.

Jumlah lapangan pekerjaan sebenarnya terus bertambah seiring perkembangan teknologi digital. Namun pertumbuhan ini belum menyerap seluruh lulusan karena ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja.

Johannes menambahkan era digital telah membuka peluang kerja baru yang sebelumnya tidak ada. Sehingga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat.

Masih terdapat kesenjangan antara lembaga pendidikan dan dunia industri. Kesenjangan ini menyebabkan lulusan sering tidak siap menghadapi tantangan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan formal.

Program magang dan praktik kerja lapangan menjadi sarana efektif untuk mempersiapkan peserta didik sebelum masuk ke dunia kerja. Pengalaman tersebut akan mambuat siswa memahami kondisi nyata di lapangan.

Selain itu penguatan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Hal ini bermanfaat untuk generasi muda bukan hanya pencari kerja tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Generasi muda diharapkan untuk memiliki pola pikir yang berkembang agar seseorang bisa terus belajar dan inovasi juga tidak mudah menyerah menghadapi perubahan, jangan hanya mengejar Ijazah tapi kejarla kompentensi dan kemampuan untuk terus tumbuh," pesan Johannes menutup dialog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....