Duta Generasi Digital Intelektual Soroti Fenomena Curhat di AI
- 18 Jun 2026 15:47 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Fenomena curhat kepada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin marak di kalangan generasi muda. Kemudahan akses teknologi membuat AI kerap dijadikan tempat berbagi cerita dan keluh kesah.
Fenomena tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Literasi Digital Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 16 Juni 2026. Dialog mengangkat tema "AI dalam Kehidupan Sehari-hari, Teman atau Ancaman?".
Duta Generasi Digital Intelektual, Amanda Marsa Aurellia, mengingatkan masyarakat agar bijak memanfaatkan teknologi. Menurutnya, pengguna perlu memahami risiko saat membagikan informasi pribadi kepada AI.
Amanda menjelaskan data yang dimasukkan ke dalam sistem digital berpotensi tersimpan. Karena itu, pengguna harus lebih berhati-hati saat menggunakan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Amanda menyampaikan hal tersebut dalam dialog literasi digital, Selasa, 16 Juni 2026. “Lebih baik cerita langsung ke teman, orang tua, atau orang dekat daripada curhat ke media sosial atau AI,” katanya.
Menurut Amanda, komunikasi dengan orang terdekat memberikan dukungan emosional yang lebih nyata. Interaksi langsung juga dinilai lebih aman dibandingkan membagikan persoalan pribadi melalui layanan digital.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi. Informasi yang sudah masuk ke sistem digital dapat meninggalkan jejak yang sulit dikendalikan.
Sementara itu, Duta Generasi Digital Intelektual, Annisa Rizky Utami, memahami alasan sebagian orang memilih curhat kepada AI. Namun, ia menilai terdapat pilihan yang lebih aman untuk menyalurkan perasaan.
Annisa menyarankan masyarakat menuliskan perasaan dalam bentuk jurnal pribadi, cara tersebut dinilai mampu membantu seseorang mengelola emosi tanpa membagikan data pribadi. “Kalau memang tidak bisa cerita ke orang lain, lebih baik ditulis atau dijurnalkan saja,” ujarnya.
Selain membahas fenomena curhat kepada AI, narasumber juga mengingatkan pentingnya literasi digital. Pengguna diminta memahami manfaat dan risiko setiap teknologi yang digunakan.
Menurut Annisa, AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar dan mencari informasi. Teknologi tersebut tidak semestinya menjadi tempat utama menyimpan persoalan pribadi.
Melalui dialog tersebut, generasi muda diajak lebih bijak menggunakan teknologi digital. Pemahaman yang baik diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan data pribadi di ruang digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....