Donald Miller Ungkap Kunci Pemasaran lewat Storytelling
- 30 Mei 2026 19:36 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Donald Miller menilai kejelasan pesan lebih penting daripada desain pemasaran yang rumit.
- Pelanggan mencari solusi yang mudah dipahami, bukan produk paling canggih.
- Storytelling dinilai efektif karena mampu mempertahankan perhatian audiens lebih lama.
- Pebisnis diminta menempatkan pelanggan sebagai “pahlawan” dan merek sebagai “pemandu”.
- Nancy Duarte menekankan pentingnya kontras antara kondisi saat ini dan masa depan ideal pelanggan
RRI.CO.ID, Palembang - Kejelasan pesan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pemasaran di era digital dan kecerdasan buatan. Pebisnis diminta tidak sekadar menjual produk, tetapi menghadirkan cerita yang relevan bagi pelanggan.
Pandangan tersebut disampaikan penulis buku Building a StoryBrand, Donald Miller, dalam video kanal YouTube StoryBrand With Donald Miller yang diunggah 9 Juli 2025. Ia menilai banyak bisnis gagal berkembang karena menggunakan pesan pemasaran yang membingungkan pelanggan.
Donald mengatakan pelanggan tidak mencari produk paling canggih, melainkan informasi paling jelas mengenai manfaat produk tersebut. “If you confuse, you will lose,” kata Donald Miller dalam video tersebut.
Menurutnya, pelanggan hanya memiliki waktu singkat untuk memahami manfaat sebuah produk. Karena itu, pesan pemasaran harus langsung menjawab kebutuhan dan masalah audiens.
Donald menjelaskan, kesalahan terbesar banyak perusahaan adalah menempatkan merek sebagai “pahlawan” dalam cerita bisnis. Padahal, pelanggan seharusnya menjadi tokoh utama, sedangkan merek berperan sebagai “pemandu”.
Ia mencontohkan tokoh Yoda dalam film Star Wars yang hadir membantu Luke Skywalker mencapai tujuan. “None of your customers are looking for a hero. They're all looking for a guide,” ujarnya.
Melalui kerangka StoryBrand, Donald memperkenalkan tujuh pesan utama yang perlu dimiliki bisnis. Ketujuhnya meliputi memahami keinginan pelanggan, mengenali masalah, menghadirkan empati, menunjukkan kompetensi, memberikan rencana sederhana, menyampaikan ajakan bertindak, dan menggambarkan keberhasilan maupun kegagalan pelanggan.
Donald menilai pendekatan storytelling efektif karena otak manusia lebih mudah memproses cerita dibanding informasi rumit. Ia menyebut cerita mampu mempertahankan perhatian audiens lebih lama dibanding promosi biasa.
Konsep tersebut diperkuat pakar komunikasi bisnis Nancy Duarte dalam artikel “Nancy Duarte on How Telling A Story With Empathy Leads To Business Growth”. Nancy menilai empati menjadi kunci utama membangun hubungan dengan audiens dan pelanggan.
Nancy menjelaskan cerita bisnis yang kuat selalu menghadirkan kontras antara kondisi saat ini dan masa depan yang diharapkan pelanggan. Menurutnya, pembicara atau merek bukan pusat cerita, melainkan audiens itu sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....