Pendidikan Humanis Dinilai Penting, Ketegasan Tetap Dibutuhkan
- 25 Mei 2026 20:58 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pembinaan siswa dilakukan melalui pendekatan edukatif, pemberian nasihat, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua.
- Khoiri menyebut pola pendidikan dulu lebih keras dengan sistem hukuman, sementara sekarang harus lebih humanis karena adanya perlindungan anak dan HAM.
- Meski humanis, sekolah tetap menerapkan ketegasan agar siswa menjadi generasi yang tangguh, disiplin, dan tidak mudah menyerah.
RRI.CO.ID, Palembang - Perubahan zaman ikut mengubah pola pendidikan di sekolah. Jika dahulu guru dikenal tegas dengan berbagai bentuk hukuman untuk mendisiplinkan siswa, kini dunia pendidikan dituntut lebih humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Namun di tengah perubahan itu, tantangan yang dihadapi generasi muda justru semakin berat, mulai dari pergaulan bebas hingga ancaman narkoba yang kian merambah lingkungan pelajar. Hal tersebut disampaikan Khoiri, Kepala SMK Negeri 1 Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, saat menjadi narasumber dalam program Spada edisi Narkoba, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Khoiri, sistem pendidikan di masa lalu memang lebih keras dibandingkan sekarang. Namun kondisi saat ini menuntut guru lebih bijak dalam mendidik siswa.
“Kalau zaman saya sekolah dulu, menghadapi siswa itu memang pendekatannya agak streng dengan sistem punishment atau hukuman yang sedikit memberatkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penerapan hukuman keras kini tidak bisa lagi dilakukan karena adanya Undang-Undang Perlindungan Anak dan aturan HAM yang mengharuskan pendidikan berjalan lebih humanis.
“Sekarang tidak berlaku lagi seperti itu. Kita sebagai tenaga pendidik harus bisa memberikan pendidikan yang humanis. Kalau siswa melakukan kesalahan, diberikan pemahaman bahwa itu tidak benar, tapi tidak dengan kekerasan,” katanya.
Meski demikian, Khoiri menilai ketegasan tetap penting agar siswa tidak tumbuh menjadi pribadi yang lemah menghadapi kehidupan di masa depan.
“Anak-anak harus tetap dibina supaya tangguh, kuat, dan siap menghadapi tantangan. Jangan sampai menjadi generasi yang lembek dan mudah menyerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah tetap melakukan pembinaan terhadap siswa yang melanggar aturan dengan cara edukatif dan melibatkan orang tua.
“Di SMK Negeri 1 Sungai Rotan, kalau ada siswa berbuat salah, kami panggil, kami beri arahan dan nasihat, lalu kami komunikasikan juga dengan orang tuanya supaya ada kerja sama antara sekolah dan keluarga,” tambahnya.
Di tengah adanya perubahan zaman, pendidikan dinilai tidak cukup hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan karakter. Pendekatan yang humanis namun tetap tegas diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, berani menghadapi tekanan hidup, serta tidak mudah terjerumus pada pergaulan negatif termasuk penyalahgunaan narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....